Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi

Proteksionisme dan Ketidakpastian Ekonomi

Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi berat sering mendorong pemimpin melakukan reformasi, sehingga masa sulit melahirkan kebijakan positif. Namun, selama setahun terakhir pertumbuhan melambat dan pemerintah justru memperkuat proteksionisme lewat berbagai hambatan non-tarif. Kebijakan ini berpotensi menaikkan harga barang bagi konsumen di tengah penurunan daya beli, serta menurunkan daya saing dan produktivitas perusahaan.

Baca Selengkapnya
Diskusi tentang kebangkitan Asia

Indonesia–India: Mirip tapi Berbeda

Diskusi tentang kebangkitan Asia sering membandingkan China dan India, dua negara berpenduduk besar dan ekonomi cepat. Perbandingan itu menarik perhatian investor, jurnalis, dan pengamat kebijakan global. Bahkan, perbandingan India dan China telah menjadi industri tersendiri dengan banyak buku dan laporan. Buku dan laporan sering memakai analogi berlebihan seperti harimau, gajah, naga, dan kura-kura.

Baca Selengkapnya
melaksanakan pemilihan umum langsung

Satu Peta: Ambisi yang Tertantang

Pada tahun 2014, pemerintah sukses melaksanakan pemilihan umum langsung untuk ketiga kalinya. Meskipun selisih suara sangat tipis dan Mahkamah Konstitusi harus menentukan hasil pemilihan presiden, pemerintah tetap melakukan perubahan kebijakan. Negara dapat menempuh arah baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Presiden pun berkomitmen untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, dengan target lebih dari 7% pada tahun…

Baca Selengkapnya
membangun perdamaian Papua Barat

Kontroversi Keputusan: Amnesti atau Grasi, Siapa Diuntungkan?

Untuk membangun perdamaian di Papua Barat, pada Mei 2015 Jokowi memberi grasi kepada lima tahanan politik. Pengadilan sebelumnya menghukum mereka karena menerobos area militer di Wamena, Papua. Presiden juga merencanakan grasi atau amnesti bagi tahanan politik lain di berbagai wilayah. Namun, lebih dari 90 tahanan politik masih ada, mayoritas dari gerakan separatis Papua dan Maluku….

Baca Selengkapnya