Data Tak Menolong: Narasi Kreatif Mandek

Salah satu kenangan masa kecil yang paling berkesan adalah saat duduk bersama keluarga di depan televisi. Bertahun-tahun setelahnya, pengalaman sederhana ini terus membentuk cara pandang terhadap dunia media dengan perspektif yang jauh lebih kompleks. Sebagai pemimpin hiburan digital, ia tidak hanya memproduksi konten. Ia juga merombak cara cerita terhubung dengan audiens. Ia menyesuaikan pendekatan untuk…

Baca Selengkapnya

Tanpa Pedoman, Jurnalisme Indonesia Terpuruk

Sekitar 80.000 jurnalis ada di Indonesia, namun hanya 9.000 yang tersertifikasi Dewan Pers, kata Hendry Ch. Bangun pada Dialog Media Jerman-Indonesia, Senin (7 November). Tidak ada regulasi khusus untuk profesi jurnalistik di Indonesia; hanya UU Pers 1999 yang melindungi wartawan. Perlindungan itu kadang tidak mencukupi, sehingga kebutuhan pemahaman dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalis meningkat….

Baca Selengkapnya
pembacaan puisi dengan seksama

Sastra Indonesia Terpuruk: Dunia Baru yang Pudar

Ratusan orang menyimak pembacaan puisi dengan seksama dan merasa terhibur. Walau pemandangan seperti ini jarang ada di Jerman, pembaca Indonesia menyukai pentas puisi yang dramatis. Kehidupan sastra di Indonesia berbeda dari kehidupan sastra di Eropa. Perbedaan itu tidak karena rendahnya melek huruf—tingkatnya sekitar 93%—atau oleh banyaknya penerbit, yang lebih dari 1.400. Sebabnya, buku dan kebiasaan…

Baca Selengkapnya
sastra kontemporer sangat berbeda

Krisis Identitas dalam Tulisan Kontemporer

Dunia sastra kontemporer sangat berbeda daripada era tahun 1980-an dan 1990-an. Para penulis masa kini tidak lagi menghadapi konflik besar seperti yang tokoh-tokoh seperti Rendra dan Pramoedya alami. Pam Allen menjelaskan bahwa penulis sukses kini menikmati kesempatan tampil di berbagai festival internasional, mirip tren di negara lain. Namun timbul pertanyaan tentang seberapa serius kita menghargai…

Baca Selengkapnya