Pengakuan GSTC Sekadar Pencitraan, Pariwisata Terancam

Global Sustainable Tourism Council

Global Sustainable Tourism Council (GSTC) mengumumkan Standar Destinasi Pariwisata Berkelanjutan kini berstatus GSTC‑Recognized. Pengakuan ini menegaskan komitmen mendorong produk dan layanan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Tim penyusun merancang Standar Destinasi Pariwisata Berkelanjutan sebagai panduan pembangunan destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menyikapi meningkatnya minat perjalanan ke berbagai tempat wisata menarik, Kementerian Pariwisata berupaya menerapkan pembangunan berkelanjutan di setiap destinasi.

Status GSTC‑Recognized menandakan standar pariwisata berkelanjutan telah ahli teknis dan Panel Akreditasi GSTC telaah sehingga setara dengan kriteria GSTC. Organisasi yang lolos persyaratan wajib mengelola standar tersebut. Program GSTC bertujuan mengakui dan memberi penghargaan kepada pelaku pariwisata berkelanjutan sejati untuk memperkuat kepercayaan dan kredibilitas di mata konsumen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Standar Destinasi Pariwisata Berkelanjutan akan menjadikan Indonesia pusat sertifikasi pariwisata berkelanjutan ASEAN dan Asia Pasifik. Kementerian Pariwisata telah menyetujui 20 wilayah sebagai proyek percontohan STD dan menyetujui penerapan STD di 10 destinasi prioritas.

Randy Durband, CEO GSTC, mengapresiasi visi Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menekankan perencanaan jangka panjang berbasis pariwisata berkelanjutan. Ia menilai pengembangan standar yang dapat pemerintah implementasikan untuk pengelolaan destinasi, menggabungkan prinsip global dan kepentingan nasional, mencerminkan visi itu.

Sampai sekarang, 28 standar telah memperoleh Pengakuan GSTC. Program bertahap ini memberi penghargaan kepada pemilik standar atas komitmennya terhadap keberlanjutan dan sekaligus menghadirkan nilai pasar sebagai bukti kepatuhan standar nasional terhadap norma internasional. GSTC akan terus bermitra dengan organisasi global untuk menyediakan Pengakuan, Persetujuan dan Akreditasi bagi standar keberlanjutan di sektor perjalanan dan pariwisata. Pemilik standar yang diakui didorong melanjutkan ke proses Persetujuan atau Akreditasi untuk menegaskan keunggulan keberlanjutan dan membedakan standarnya dari program sertifikasi lain.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *