Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ladang LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, sebagai proyek strategis nasional, menjadi milestone penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus mendorong percepatan transformasi menuju negara industri modern. Presiden menyampaikan pernyataan tersebut saat mengikuti upacara peletakan batu pertama proyek secara virtual dari Istana Merdeka pada Kamis. Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk para mitra investasi dari Jepang. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan, tetapi tetap memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Prabowo menyatakan bahwa pemerintah meluncurkan proyek tersebut untuk menghadirkan keuntungan bagi semua pihak.

Ia menyebut, sebagai tuan rumah, Indonesia merasa terhormat apabila para mitra dan tamu memperoleh manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah juga memiliki kewajiban besar terhadap rakyat, terutama mereka yang masih berjuang menghadapi kesulitan. Oleh sebab itu, Prabowo meminta pihak terkait menjalankan proyek tersebut dengan standar terbaik berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Kepala negara menegaskan bahwa proyek tersebut harus memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Ia menyampaikan bahwa investor perlu memperoleh keuntungan yang sejalan dengan kepentingan nasional, terutama dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurut Prabowo, pengembangan ladang gas tersebut membutuhkan investasi besar senilai sekitar 20,9 miliar dolar AS dan berpotensi menghasilkan lebih dari sembilan juta ton gas, kondensat, serta produk lainnya setiap tahun.

Fondasi Penting

Ia menyebut proyek ini akan menjadi fondasi penting bagi penguatan industri hilir nasional yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar. Prabowo menyatakan bahwa proyek tersebut akan berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus terus mengejar hilirisasi karena langkah tersebut membutuhkan ketersediaan energi yang memadai. Ia juga menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong warga lokal, pelaku usaha daerah, dan BUMN untuk berpartisipasi aktif agar masyarakat dapat merasakan dampak ekonomi proyek tersebut secara luas, khususnya mereka yang tinggal di sekitar wilayah proyek. Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi, transformasi, hilirisasi dan industrialisasi harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa ekonomi seharusnya menjadi alat untuk melayani rakyat, bukan menjadikan rakyat sebagai pelayan ekonomi. Prabowo menegaskan bahwa seluruh sumber daya tersebut adalah milik rakyat, sehingga pemerintah berkewajiban memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Ia pun menekankan pentingnya komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan mendorong pelaku usaha setempat. Sebagai penutup sambutannya, Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa proyek tersebut akan menjadi pendorong kemajuan di berbagai wilayah kepulauan, terutama di kawasan Indonesia timur. Selain mendukung pertumbuhan daerah, proyek ini juga diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Visited 4 times, 3 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *