Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer Tahunan

Amerika Serikat dan Indonesia pada Senin memulai latihan militer gabungan tahunan. Latihan ini menjadi yang pertama sejak kemitraan pertahanan baru diumumkan tahun ini. Kegiatannya meliputi penerjunan taktis, penembakan rudal, latihan tempur di hutan, dan pertahanan siber. Latihan tahunan Super Garuda Shield yang telah diselenggarakan sejak 2006 akan berlanjut sampai 11 September. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 4.700 personel dan perwakilan 13 negara. Pesertanya antara lain Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada. Pasukan gabungan akan menggelar latihan di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatannya mencakup simulasi infiltrasi, penembakan rudal Stinger, latihan hutan, dan manuver angkatan laut.

Pelaksanaan latihan kali ini dilakukan setelah Menteri Pertahanan kedua negara menandatangani kemitraan kerja sama pertahanan strategis pada April. Indonesia menyebut kesepakatan tersebut mencakup dukungan Amerika Serikat terhadap program modernisasi militer dan pelatihan bagi personel militer. “Kehadiran kita di sini bukan hanya untuk melaksanakan agenda latihan tahunan. Lebih dari itu, kita tengah membuka lembaran baru yang bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara,” kata Mayor Jenderal Patrick Ellis, Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS, saat menyampaikan pidato pembukaan latihan di Bandung.

Non Blok

Indonesia selama ini berpegang pada prinsip politik luar negeri nonblok. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen mempererat persahabatan dengan berbagai negara, sembari menjaga hubungan baik dengan dua kekuatan besar dunia, yakni Amerika Serikat dan China. Pada awal bulan ini, Indonesia menyepakati penguatan hubungan militer dengan China dalam rangkaian kunjungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan negara tersebut. Selain latihan militer, Super Garuda Shield juga memuat simulasi operasi bantuan kemanusiaan dalam menghadapi bencana. Gempa bumi dan tanah longsor menjadi bencana yang sering melanda Indonesia.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik yang aktif secara seismik, serta keberadaan lebih dari 100 gunung berapi aktif yang tersebar di sekitar 17.000 pulau. Pada awal bulan ini, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia. Kebakaran hutan tetap menjadi tantangan berkepanjangan bagi Indonesia. Pada Juli, luas lahan yang terbakar mencapai hampir 95.000 hektare, nyaris dua kali lipat dari akumulasi kerusakan selama enam bulan sebelumnya. Kebakaran ini turut memicu kabut asap di sejumlah wilayah, menimbulkan gangguan pernapasan, serta mengakibatkan penutupan sekolah.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *