Salah satu kenangan masa kecil yang paling berkesan adalah saat duduk bersama keluarga di depan televisi. Bertahun-tahun setelahnya, pengalaman sederhana ini terus membentuk cara pandang terhadap dunia media dengan perspektif yang jauh lebih kompleks. Sebagai pemimpin hiburan digital, ia tidak hanya memproduksi konten. Ia juga merombak cara cerita terhubung dengan audiens. Ia menyesuaikan pendekatan untuk era yang dipenuhi data, terfragmentasi, dan cepat berubah.
Dari masa kecil hingga dewasa, Angela melihat MNC Group tumbuh menjadi ekosistem media terpadu yang mencakup televisi, platform digital, manajemen talenta, dan produksi konten. Saat ia mengambil alih kepemimpinan, internet sudah mengubah bukan hanya saluran distribusi tetapi juga cara audiens berinteraksi, merespons, dan beralih.
Pada kondisi saat ini, media harus melampaui sekadar produksi konten. Pemanfaatan data penting untuk membuat konten lebih relevan dan interaksi audiens lebih kuat.
“Ayah saya sering berkata: konten memegang takhta, platform adalah wilayah kekuasaannya. Di era sekarang, saya melihat data sebagai ratu yang membimbing takhta dan wilayah ini,” kata Angela.
Menavigasi Lanskap Media yang Didorong oleh Audiens
Angela kembali pada tahun 2024 setelah menjalankan tugas di pemerintahan, untuk memimpin MNC Group pada momentum yang menentukan. Manajemen iNews Media Group merestrukturisasi perusahaan dengan menyatukan televisi, platform digital, radio, dan media sosial ke dalam ekosistem multiplatform terintegrasi.
Alih-alih melakukan penyesuaian secara bertahap, ia menangani perubahan ini secara menyeluruh dengan meninjau ulang struktur organisasi, alur kerja dan pengembangan talenta.
Ia berkata, “Ketika kapal berlayar ke wilayah baru, kapal perlu beradaptasi. Menambahkan jaket keselamatan saja tidak memadai. Tim kepemimpinan memperkuat talenta, memperbarui mesin, dan mendorong perubahan budaya organisasi.”
Langkah tersebut bukan tanpa tantangan dan risiko. Meski begitu, dalam hitungan bulan, dampaknya nyata dengan lonjakan pertumbuhan digital hingga 70%. Organisasi mengubah pendekatan dari model siaran tradisional menjadi storytelling yang adaptif dan berlandaskan data.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan turut merambah drama televisi musiman yang berumur panjang dan bisa lintas platform. Langkah ini mencerminkan kesiapan untuk bereksperimen, berinovasi serta menyesuaikan diri dengan pola konsumsi yang terus berubah.
Ia menegaskan bahwa kendala terbesar tidak terletak pada teknologi, tetapi pada pergeseran mindset dan adaptasi organisasi terhadap perubahan yang pesat.
Belajar Melampaui Zona Nyaman
Pengalaman industrinya dan latar akademiknya di Australia membentuk pendekatan kepemimpinan Angela. Ia meraih Sarjana Seni Media dan Produksi di University of Technology Sydney, lalu melanjutkan Magister Perdagangan (Keuangan) di University of New South Wales.
Sydney mungkin tidak sepenuhnya asing baginya, tetapi pengalaman menjadi mahasiswa penuh waktu membuka tantangan berbeda. Di jurusannya, ia satu-satunya orang Indonesia dan terbiasa bekerja dengan teman-teman lintas budaya serta disiplin akademik.
Pengalaman menggarap proyek film bersama mahasiswa lintas Asia, Australia dan Eropa memberinya pemahaman baru mengenai ragam cara kreatif memandang cerita dan unsur yang menjadikannya menarik.
“Dalam dunia media, tidak ada jawaban mutlak benar atau salah. Kejernihan berpikir dan kemampuan mewujudkan ide menjadi karya utuh menjadi hal yang paling penting,” katanya.
Pengalaman ini mengasah kemampuannya mengelola situasi yang rumit, menyimak secara aktif, serta menemukan kesepahaman, yang kemudian menjadi dasar kepemimpinannya. Selain itu, pengalaman tersebut memperdalam pandangannya bahwa keberagaman adalah sumber daya penting untuk menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan keluaran yang lebih inklusif.
Hingga saat ini, nilai-nilai yang ia pelajari tersebut masih menjadi inti pendekatannya dalam memimpin tim serta melibatkan para pemangku kepentingan di berbagai bidang.
Memimpin di Tengah Krisis di Sektor Publik
Selama periode 2019 hingga 2024, pandangan Angela semakin meluas ketika menjalankan peran Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun, belum genap tiga bulan, pandemi Covid-19 sudah menjadi ujian besar pertamanya.
Sektor pariwisata yang sangat bergantung pada pergerakan manusia mengalami penghentian total. Banyak usaha tutup, pekerja kehilangan penghasilan dan ketidakpastian menyebar cepat.
“Dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami harus mengambil keputusan dengan cepat di tengah ketidakpastian yang tinggi. Dari pengalaman ini, saya melihat betapa pentingnya peran pemerintah, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang memberi arahan, kepastian dan kepercayaan bagi industri,” katanya.
Salah satu respons kebijakan dilakukan dengan mengalihfungsikan hotel menjadi tempat akomodasi bagi tenaga kesehatan. Langkah ini bukan hanya mendukung garda terdepan, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan industri perhotelan pada masa krisis.
Ia mengatakan, “Satu kebijakan mampu menimbulkan dua hasil yang terlihat jelas.”
Menjembatani Kebijakan dan Industri
Dengan latar kerja di sektor publik maupun privat, Angela menerapkan kepemimpinan berperspektif ganda, mengombinasikan pemikiran strategis dan eksekusi operasional.
Ia mengatakan, “Keputusan di pemerintahan menuntut pelibatan berbagai pihak, pembacaan atas kepentingan yang berbeda-beda dan jaminan bahwa kebijakan memberi dampak nyata serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dari bisnis, saya memahami nilai kecepatan, efisiensi dan pelaksanaan yang jelas.”
Ia menjelaskan pendekatannya sebagai kemampuan memperluas perspektif sekaligus mempertajam fokus: melihat gambaran besar tanpa mengabaikan pelaksanaan.
Pola pikir ini sangat relevan karena MNC Digital Entertainment tengah memperkuat platform Over-the-Top (OTT) dan bersiap melakukan ekspansi global. Ketika perusahaan mulai menatap pasar luar negeri, keberhasilan akan ditentukan oleh kemampuan memahami perbedaan regulasi, merespons tekanan persaingan, serta menyesuaikan diri dengan budaya setempat.
Menurutnya, “Kita wajib memastikan kesiapan sistem dan sumber daya manusia organisasi untuk mengeksekusi secara sigap dan tepat sasaran.”
Membentuk Masa Depan Kreatif
Ke depan, Angela menilai industri media memiliki peluang yang sangat besar. Bonus demografi muda, talenta kreatif yang kuat dan pasar domestik yang luas menjadi fondasi yang solid. Meski demikian, ia juga memahami bahwa masih ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi.
Ia mengatakan bahwa kini audiens tidak lagi membandingkan konten lokal antar satu sama lain, melainkan menilai berdasarkan standar konten terbaik di seluruh dunia.
Akibat perubahan ini, risikonya lebih besar—bukan soal memilih skala atau kualitas, melainkan memastikan keduanya ada.
Angela menilai bahwa pemerintah punya peran krusial dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan kompetitif, yang ia samakan dengan fungsi infrastruktur.
Ia mengatakan bahwa jalan tol yang layak belum tentu membuat perjalanan cepat; namun tanpa jalan tol, secepat apa pun mobilnya, mungkin tak akan sampai tujuan.
Menurutnya, tujuan utama bukan sekadar memperbesar bisnis; yang lebih penting adalah menempatkan diri bukan hanya sebagai pasar konsumen, melainkan sebagai pembuat konten berskala global.
Ia yakin bahwa jika kreativitas lokal dipadukan dengan sistem, jaringan distribusi dan talenta yang mampu bersaing secara global, hal ini akan menjadikan konten kita sebagai kekuatan di panggung dunia.
Intinya, karya Angela menunjukkan ambisi yang lebih besar: membuka kesempatan bagi para kreator, memperkuat cerita-cerita lokal, dan memastikan cerita ini terdengar di panggung internasional.
Dari pengalaman mengajar di lingkungan multikultural Sydney sampai memimpin perubahan besar di grup media terkemuka, perjalanan Angela mencerminkan kepemimpinan yang dibentuk oleh keingintahuan, ketahanan dan kesiapan menghadapi hal-hal rumit.