Investasi Rp173 Triliun Lebih Untungkan Korea Selatan

Usai kunjungan Presiden Prabowo

Usai kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan, Indonesia menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi melalui penandatanganan MoU senilai Rp173 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan forum tersebut menghasilkan penandatanganan MoU senilai sekitar Rp173 triliun pada Rabu (1 April). Ia menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan setelah menghadiri Forum Kemitraan Indonesia–Korea di Seoul, mewakili Presiden Prabowo bersama pejabat terkait.

Menteri Koordinator menegaskan kerja sama berfokus pada sektor strategis, terutama energi dan transisi hijau, termasuk surya, CCS, dan energi terbarukan. Selain itu, kemitraan ini juga mencakup sektor industri dan manufaktur, seperti industri baja, baterai dan transportasi ramah lingkungan.

Ia menambahkan bahwa investasi tersebut juga menjangkau sektor kecerdasan buatan dan digital, serta meluas ke bidang properti dan infrastruktur. Cakupannya termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai serta kerja sama dan asosiasi bisnis antara Kadin dan KCCI untuk memperkuat komitmen dunia usaha.

Minat Investasi

Menteri koordinator menambahkan bahwa sejumlah perusahaan besar asal Korea telah menyampaikan minat untuk menambah investasinya. Di antaranya POSCO dalam pengembangan industri baja serta Lotte, yang membuka peluang kerja sama investasi dengan Danantara sebagai mitra.

Menteri Koordinator menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan menambah capaian investasi dari lawatan sebelumnya ke Jepang yang bernilai sekitar Rp401 triliun. Dengan demikian, kunjungan ke kedua negara tersebut menghasilkan total komitmen investasi sekitar Rp574 triliun.

Ia menilai capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, nilai ini sangat signifikan karena meski situasi geopolitik tidak menentu, investor dari Jepang dan Korea tetap menunjukkan minat kuat.

Pada kesempatan tersebut, menteri koordinator kembali menekankan komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi melalui penghilangan berbagai hambatan. Ia menyatakan pemerintah tengah menyiapkan mekanisme khusus agar kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat ditangani secara cepat dan efektif.

Ia menyampaikan bahwa dialog antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan berlangsung sangat konstruktif, menyusul pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Kerja sama ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mempercepat transformasi industri, serta memperkokoh posisi dalam rantai pasok global di berbagai sektor strategis.

Visited 13 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *