Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan itu pada Sabtu, 11 April. Pencak silat bukan sekadar cabang olahraga. Ia mencerminkan identitas bangsa dan nilai-nilai luhur. Nilai-nilai itu meliputi keberanian, kehormatan, dan kerendahan hati. Pencak silat juga menuntut komitmen membela kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu, pencak silat menjadi bagian penting kebudayaan nasional.
Dalam sambutannya di Musyawarah Nasional ke-16 IPSI di JICC, ia menyatakan pencak silat sebagai warisan budaya yang mengajarkan nilai dan kode kesatria.
Ia menambahkan bahwa seorang kesatria atau praktisi bela diri harus kuat secara fisik dan emosional. Mereka wajib berperilaku terpuji dan memiliki keyakinan yang teguh, serta mengikuti pepatah yang menyatakan bahwa semakin luas ilmu seseorang, semakin besar pula kewajiban untuk tetap rendah hati.
Para guru mengajarkan bahwa semakin luas pengetahuan seseorang, semakin ia harus bersikap rendah hati. Ini adalah kerendahan hati, bukan rasa minder. Sikap hormat, sopan santun dan tata krama merupakan bagian dari budaya kita. Seorang kesatria selalu membela kebenaran, melindungi yang lemah, menolong yang tertindas, dan menegakkan keadilan.
Kebanggaan Budaya
Presiden menekankan pentingnya kebanggaan budaya dalam menghadapi globalisasi. Ia mengatakan sering mengenakan pakaian tradisional pada acara kenegaraan sebagai bentuk kebanggaan ini.
“Kita bangga memakai teluk belanga, kopiah, sarung dan songket karena ini bagian dari identitas budaya kita. Seperti yang Anda ketahui, pendahulu saya—termasuk Presiden Jokowi dan presiden-presiden sebelumnya—sering tampil dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah pada hari libur atau acara nasional,” tambahnya.
Presiden menegaskan bahwa rakyat tidak boleh kehilangan jati diri atau merasa rendah diri terhadap budaya lain. Sebagai bangsa besar, Indonesia harus menghormati negara lain sekaligus tetap mengutamakan penghargaan terhadap warisan tradisionalnya sendiri. Oleh karena itu, presiden memberi pujian kepada IPSI atas peran pentingnya dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya yang membentuk karakter bangsa.
Presiden mengimbau seluruh anggota komunitas pencak silat agar terus memelihara ajaran, memperkokoh karakter bangsa, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya di tengah arus kemajuan.