Kritik atau Penghinaan: Ancaman Kebebasan Bersuara?

Dalam beberapa hari terakhir media memfokuskan perhatian pada rencana pemerintah menghidupkan kembali undang‑undang yang Mahkamah Konstitusi batalkan pada 2006. Undang‑undang itu mengkriminalkan penghinaan terhadap presiden dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara serta denda. Beberapa legislator dan aktivis HAM mengkritik usulan ini karena mereka khawatir kebebasan berpendapat akan terancam. Mereka juga khawatir langkah itu dapat mengurangi…

Baca Selengkapnya

Represi Baru: Pemerintah Hendak Melarang Penghinaan Presiden

Rabu lalu, legislator dan aktivis HAM Indonesia mengecam usulan mengkriminalkan penghinaan terhadap presiden. Mereka khawatir langkah itu mengancam kebebasan berpendapat di negara demokrasi ketiga terbesar dunia. Rencana itu ingin menghidupkan kembali undang‑undang era Soeharto yang dulu membungkam lawan politik. Pemerintah rezim itu pernah menggunakan undang‑undang tersebut untuk mengancam pengkritik dengan penjara dan denda. Para kritikus…

Baca Selengkapnya

Kontroversi Keputusan: Amnesti atau Grasi, Siapa Diuntungkan?

Untuk membangun perdamaian di Papua Barat, pada Mei 2015 Jokowi memberi grasi kepada lima tahanan politik. Pengadilan sebelumnya menghukum mereka karena menerobos area militer di Wamena, Papua. Presiden juga merencanakan grasi atau amnesti bagi tahanan politik lain di berbagai wilayah. Namun, lebih dari 90 tahanan politik masih ada, mayoritas dari gerakan separatis Papua dan Maluku….

Baca Selengkapnya

Mary Jane Veloso: Presiden Indonesia Abaikan Nyawa Demi Politik

Pengacara Australia menyoroti banyaknya perempuan di kabinet Jokowi, berharap presiden menyelamatkan kliennya. Darwin Felicity Gerry, QC, tergabung dalam tim hukum Mary Jane Veloso, pekerja Filipina yang menerima vonis narkotika setelah membawa 2,6 kg heroin di Bandara Adi Sucipto tahun 2010. Gerry menegaskan Veloso korban perdagangan manusia dan tidak layak menerima hukuman mati atas kejahatan itu….

Baca Selengkapnya

Penolakan Grasi Serge Atlaoui Picu Kritik terhadap Hukuman Mati

Pengadilan menolak banding terakhir warga Prancis terpidana mati atas pelanggaran narkotika. Pengadilan menyatakan tidak akan membatalkan keputusan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi Serge Atlaoui. Meski tanggal eksekusi belum pasti, pemerintah menegaskan pelaksanaan hukuman tidak mereka lakukan selama bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan berakhir pada pertengahan Juli 2015. Pada April 2015, otoritas menangguhkan eksekusi Atlaoui…

Baca Selengkapnya

Akademisi Hambat Pemberantasan Narkoba

Presiden Joko Widodo menggunakan awal masa kepemimpinannya untuk melancarkan tindakan tegas terhadap peredaran narkoba. Pada Desember 2014, dua bulan setelah menjabat, ia menetapkan status darurat narkoba. Ia menyatakan tidak akan memberi grasi bagi pelanggar kasus narkotika. Komitmen tersebut segera pemerintah wujudkan, dengan 14 terpidana kasus narkoba telah menjalani eksekusi sejak pernyataan itu mereka sampaikan. Terkejut…

Baca Selengkapnya

Kebijakan Narkoba Disorot: Validitas Data Dipertanyakan

Sejumlah pakar kesehatan dan akademisi terkemuka mengkritik keandalan data pemerintah yang Presiden Joko Widodo pakai. Mereka mengatakan data itu tidak cukup kuat untuk mendukung kebijakan penanganan narkoba yang berorientasi hukuman. Kritik tersebut mereka sampaikan melalui salah satu jurnal medis paling bergengsi di dunia. Sejumlah pakar menerbitkan surat terbuka di The Lancet pada Jumat. Mereka meminta…

Baca Selengkapnya

RUU Baru Ancam Kemajuan Pengendalian Tembakau

Pada 2010, rekaman video seorang balita merokok menyebar luas di media. Video itu mengungkap betapa meluasnya kebiasaan merokok yang tidak sehat. Meski lima tahun berlalu sejak video balita merokok viral, Indonesia masih tertinggal dalam pengendalian konsumsi tembakau. Hingga kini Indonesia satu-satunya negara Asia Pasifik yang belum meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau. DPR menggodok RUU…

Baca Selengkapnya

Hukuman Mati dan Pelanggaran Hak Hidup

Pada Rabu, 29 April 2015, pemerintah mengeksekusi mati anggota Bali Nine di Nusakambangan dengan regu tembak. Pemerintah mengambil langkah itu karena peredaran narkoba meningkat, sehingga memperketat kebijakan grasi. Pengadilan menjatuhkan hukuman kepada para terpidana pada 2006 atas keterlibatan mereka dalam jaringan penyelundupan heroin Bali Nine. Pemerintah mengeksekusi terpidana dari berbagai negara, termasuk Australia, Ghana, Indonesia,…

Baca Selengkapnya

Masa Depan Kelompok Minoritas Etnis di Indonesia Masih Suram

Sejumlah insiden kekerasan berlatar belakang keagamaan pernah terjadi di Yogyakarta dan Jakarta. Tujuh orang terluka dalam penyerangan terhadap kegiatan doa umat Katolik di Sleman pada 29 Mei 2014. Pada Juni, kelompok Sunni garis keras menyerang dan melempari gereja di wilayah sekitar karena menganggapnya tidak memiliki izin pembangunan. Pada 4 Agustus 2013, ledakan bom di sebuah…

Baca Selengkapnya