Indonesia memasuki pertengahan dekade

Diplomasi RI di Tengah Dunia Terpecah

Indonesia memasuki pertengahan dekade 2020-an dalam situasi yang relatif tidak lazim daripada pola era Reformasi. Elite domestik mengonsolidasikan kekuatan politik secara kuat, sementara ketidakpastian strategis dari luar meningkat. Koalisi luas mendukung pemerintahan Prabowo; oposisi tampak lemah dan terfragmentasi. Di kancah global, rivalitas AS‑China, keraguan terhadap tatanan berbasis aturan, dan ketergantungan ekonomi‑teknologi semakin menonjol.

Baca Selengkapnya
proses eutrofikasi menjadi masalah

Eutrofikasi Menghancurkan Laut Indonesia

Perubahan kadar nutrien dan proses eutrofikasi menjadi masalah lingkungan yang serius. Fenomena ini mengganggu fungsi ekologis perairan. Hal tersebut juga merusak kesehatan ekosistem secara menyeluruh. Produktivitas perairan menurun akibat ledakan alga dan penurunan kualitas air. Akibatnya, pengelolaan pesisir yang berkelanjutan berada dalam ancaman. Fenomena ini menunjukkan hubungan erat antara aktivitas manusia di darat dan tekanan…

Baca Selengkapnya
Soekarno dan Hatta memproklamasikan

Merawat Persatuan di Tengah Wacana Federalisme dan Demokrasi

Soekarno dan Hatta memproklamasikan Republik Indonesia pada 1945. Pemerintah mengklaim yurisdiksi dari Sabang sampai Merauke, mencakup bekas wilayah Hindia Belanda. Namun Belanda masih menguasai sebagian besar wilayah itu, termasuk Papua. Karena itu, pemerintah republik menetapkan Yogyakarta sebagai ibu kota sementara. Yogyakarta menjadi pusat pertahanan selama revolusi.

Baca Selengkapnya