Presiden Prabowo Subianto menunjuk pimpinan baru lembaga program makan bergizi gratis pada Senin. Pejabat baru ini menggantikan pimpinan sebelumnya setelah pihak berwenang mencopotnya karena kasus korupsi. Nanik Sudaryati Deyang kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Ia menggantikan Dadan Hindayana setelah kejaksaan menangkapnya pekan lalu. Kejaksaan Agung juga menahan dua wakil pimpinan lembaga tersebut. Penyidik menduga kasus korupsi ini menimbulkan kerugian bagi negara. Penyidik juga menuduh ketiganya memanipulasi pemilihan yayasan pengelola dapur program. Selain itu, penyidik menduga mereka menggelembungkan harga pengadaan berbagai fasilitas program. Fasilitas tersebut meliputi sepeda motor listrik, sepatu, dan televisi.
Setelah dilantik, Nanik fokus menjaga efisiensi anggaran negara. Ia memastikan target program tetap tercapai dengan baik. Efisiensi ini meliputi moratorium pembangunan dapur umum baru. Pemerintah juga mengalihkan fokus program kepada penerima baru. Pembangunan dapur di pelosok akan memanfaatkan dana CSR. Langkah ini diambil agar tidak membebani APBN. Sementara itu, Prabowo mengangkat dua wakil kepala baru. Mereka bertugas pada badan penyedia makan gratis. Pejabat baru tersebut adalah Agustina Arumsari dan Trenggono. Agustina merupakan mantan Wakil Kepala BPKP. Sedangkan Trenggono telah mundur dari dinas militer. Prabowo juga menunjuk Said Iqbal sebagai penasihat khusus. Ketua Partai Buruh tersebut akan menangani isu ketenagakerjaan.
Diluncurkan pada Januari 2025 sebagai pilar utama kampanye pemilunya, program makan bergizi gratis bentukan Prabowo sempat memicu kecemasan di kalangan investor. Mereka mengkhawatirkan potensi pembengkakan anggaran serta risiko terjadinya defisit fiskal.
Selain isu anggaran, program ini juga menuai protes publik terkait faktor kesehatan dan keselamatan. Berdasarkan data dari lembaga swadaya masyarakat Network for Education Watch, kasus keracunan makanan telah menimpa sedikitnya 33.000 anak hingga bulan April lalu.