Saat produksi minyak dan gas konvensional menurun, Indonesia menyimpan potensi besar energi alternatif di dasar lautnya. Para ahli memandang gas hidrat atau metana hidrat menjanjikan untuk masa depan karena kelimpahan dan karena pemanfaatannya belum optimal.
Susilohadi, kepala insinyur Pusat Penelitian Sumber Daya Geologi BRIN, memperkirakan potensi hidrat metana lebih dari 800 TSCF. Jumlah ini jauh melampaui cadangan gas alam konvensional sekitar 345 TSCF. Sumber daya tersebut tersebar di laut dalam, terutama di wilayah timur yang secara geologis masih menjanjikan.
Menurutnya, hidrat metana merupakan gas metana yang terperangkap dalam struktur padat mirip es. “Hidrat gas pada dasarnya adalah zat padat seperti es. Ini adalah gas metana yang bergabung dengan air,” ujarnya pada Rabu (22 April).
Hidrat metana terbentuk secara alami di dasar laut saat suhu rendah dan tekanan tinggi, biasanya pada kedalaman lebih dari 500 meter. Walau berwujud padat, hidrat ini menyimpan metana dalam konsentrasi tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber energi alternatif.
Penelitian menemukan keberadaan hidrat metana di beberapa lokasi menggunakan pemetaan geofisika seperti survei seismik; area yang dipetakan termasuk selatan Selat Sunda serta utara dan selatan Selat Makassar.
Potensi Besar
Namun, luas wilayah laut dalam—sekitar sepertiga dari total perairan—menunjukkan potensi besar yang masih belum sepenuhnya dieksplorasi.
Meskipun potensinya besar, pengembangan hidrat metana masih menghadapi berbagai hambatan; kendala utama adalah teknologi ekstraksi yang belum matang dan memerlukan investasi besar.
Keterbatasan infrastruktur penelitian juga menghambat pengembangan sumber energi ini. “Hingga kini kami belum berhasil mengumpulkan data primer tentang hidrat metana, sehingga penelitian masih mengandalkan data seismik sekunder yang tersedia,” jelas Susilohadi.
Ia mengatakan pemerintah berencana membeli kapal riset lebih canggih pada 2029, sehingga studi mendalam kemungkinan dimulai sekitar 2030.
Pengembangan metana hidrat sebagai sumber energi menuntut teknologi canggih, kerja sama internasional dan komitmen pemerintah jangka panjang. Indonesia terlibat dalam kolaborasi regional untuk menelaah potensi serta dampak metana hidrat dari sisi energi, lingkungan dan ekonomi.
Dengan pengelolaan yang tepat, metana hidrat bisa menjadi kunci untuk menjamin ketahanan energi nasional di masa depan. Karena cadangannya melimpah dan tersebar di perairan, sumber ini berpotensi menjadi alternatif penting seiring menurunnya cadangan fosil konvensional.