Jokowi Dinilai Agresif Menampilkan Kekuatan Strategis

Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo, salah satu penasihat utama beliau mengungkapkan keprihatinan terhadap lemahnya mentalitas bangsa. Ia mengkritik sikap pertahanan yang terlalu pasif. Ia menyindir peserta seminar bahwa pihak lain bisa merebut Kepulauan Natuna. Indonesia terpaksa merebut kembali wilayah tersebut di Laut China Selatan. Situasinya berbeda dalam konteks pertahanan udara yang semakin kokoh. Dalam beberapa…

Baca Selengkapnya

Jokowi Dorong Penindakan Lebih Keras terhadap Illegal Fishing

Presiden Joko Widodo merespons maraknya penangkapan ikan ilegal dengan memerintahkan tindakan tegas terhadap kapal asing pelaku pencurian ikan. Dalam pidato di hadapan peserta pelatihan Lemhanas, Jokowi menilai penenggelaman kapal sebagai langkah yang wajar. Ia menyebut negara kehilangan sekitar Rp300 triliun per tahun akibat praktik tersebut. Karena itu, pemerintah perlu mengambil tindakan keras untuk mencegah kerugian…

Baca Selengkapnya

Bayang-Bayang Radikalisme: Kembalinya Pejuang ke Tanah Air

Laporan mengenai warga Eropa Barat yang bergabung dengan ISIS di Timur Tengah mendominasi pemberitaan media Barat. Negara-negara Asia Tenggara menghadapi ancaman terorisme yang serius, serta tren perekrutan baru oleh ISIS. Analisis mendalam tentang ancaman ini telah tersedia sejak lama. Pada pertengahan Oktober 2014, Menteri Luar Negeri John Kerry resmi meminta dukungan negara-negara Asia untuk memerangi…

Baca Selengkapnya

Anggaran Militer Digandakan di Tengah Kebutuhan Publik

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana menaikkan anggaran pertahanan menjadi 1,5% dari total anggaran negara. Kenaikan itu hampir dua kali lipat dari alokasi saat ini. Ryamizard menyatakan anggaran pertahanan tahun ini mencapai Rp83 triliun. Jumlah tersebut naik daripada tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan angka itu hanya setara 0,8% dari anggaran nasional. Ia menilai besaran itu belum memadai…

Baca Selengkapnya

Ambisi Maritim: Terganjal Realita dan Tantangan Struktural

Pada awal tahun ini, perdebatan pemilu memunculkan diskusi nasional mengenai arah dan rencana strategis maritim Indonesia di Indo-Pasifik. Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan komitmen kampanyenya pada Mei 2014 untuk memperkuat keamanan maritim dan memperluas diplomasi regional. Ia juga berjanji menjadikan angkatan laut sebagai kekuatan maritim regional yang mendapat penghormatan di Asia Timur. Pada Juni 2014,…

Baca Selengkapnya

Dampak Tak Terhindarkan: Krisis Kelapa Sawit yang Memburuk

Pada bulan Agustus 2014, puluhan kepulan asap terlihat membubung dari kawasan hutan dan perkebunan yang rimbun. Beberapa di antaranya membentang lebih dari setengah kilometer lebar, menjulang menyerupai tiang-tiang asap ke langit. Dalam pekan itu saja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 143 titik kebakaran hutan baru di Provinsi Riau. Sebagian besar insiden ini berkaitan dengan aktivitas…

Baca Selengkapnya

Retaknya Toleransi: Tantangan Islam Moderat

Secara umum, Indonesia kini meningkatkan ekspresi ke-Islam-an dibandingkan beberapa dekade silam. Semakin banyak perempuan mengenakan jilbab. Jumlah jemaah haji ke Mekkah terus meningkat. Masyarakat menunjukkan minat lebih besar terhadap layanan keuangan syariah. Selain itu, pilihan media berbasis Islam pun berkembang pesat—meliputi buku, majalah, acara televisi, film, situs web hingga aplikasi seluler. Fenomena ini paling kentara…

Baca Selengkapnya

Inklusi Petani Terpinggirkan: Reklasifikasi Memihak Skala Besar

Para pemimpin industri dan pemerintah menetapkan target memperluas produksi sawit sambil mencegah deforestasi dan konflik sosial. Pencapaian target ini bergantung pada pembangunan kebun baru di lahan non‑hutan yang sesuai serta penghormatan terhadap hak masyarakat setempat. Namun, klasifikasi lahan kerap tidak mendukung, karena banyak area yang secara hukum layak justru tidak tersedia untuk dikembangkan. Indonesia merupakan…

Baca Selengkapnya

Pulp: Ancaman yang Mempercepat Kehancuran Hutan Dunia

Setiap tahun manusia menebang sekitar 100 juta pohon untuk menghasilkan bubur kertas larut. Mereka menggunakan bubur kertas ini dalam berbagai produk, termasuk pakaian, pasta gigi, dan makanan. Pulp larut mengancam kelestarian hutan. Industri ini terus berkembang secara global. Pertumbuhannya menimbulkan bahaya bagi hutan yang sudah terancam punah. Mungkin istilah pulp larut terdengar asing bagi Anda,…

Baca Selengkapnya