Konfrontasi: Warisan yang Membayangi Singapura

Walaupun telah berlangsung hampir lima dekade silam, peristiwa konfrontasi tetap menempati posisi khusus dalam memori kolektif bangsa Singapura. Pertanyaannya, apa yang membuat momen sejarah ini tetap relevan bagi Singapura di masa kini? Konfrontasi 1963–1966 adalah kampanye berintensitas rendah yang Soekarno prakarsai untuk menolak pembentukan Federasi Malaysia. Saat itu, Singapura menjadi bagian federasi pada 1963–1965. Sebagian…

Baca Selengkapnya

Kontraterorisme Indonesia–Filipina

Terorisme di kawasan Asia Tenggara sudah berlangsung sebelum Amerika Serikat melancarkan perang terhadap teror pasca peristiwa 9/11. Sejak 2001, kelompok teroris di Indonesia dan Filipina menjadi ancaman serius bagi keamanan domestik kedua negara dan risiko bagi AS. Amerika Serikat memberikan dukungan signifikan, langsung dan tidak langsung, terhadap upaya kontraterorisme di kedua negara, namun efektivitasnya beragam….

Baca Selengkapnya

Indonesia 2050: Risiko dan Ketidakpastian

Menurut Mike Callaghan, studi PwC memperkirakan Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050, Australia di peringkat 28. Pertanyaannya, bagaimana penyelesaian sengketa diplomatik seperti eksekusi dua warga Australia berlangsung jika Indonesia jauh lebih berkuasa secara global? Skenario ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Bahkan, dalam laporan PwC saat ini Australia menempati posisi ke-19. Indonesia…

Baca Selengkapnya

Jokowi: Jadwal Kontroversial, Sorotan Diplomatik

Pemerintah merencanakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Filipina pada hari Minggu. Kunjungan itu merupakan kunjungan bilateral perdana ke luar negeri sejak pelantikannya Oktober 2014. Setelah mengunjungi Malaysia dan Brunei, Presiden akan tiba di Manila pada hari Minggu. Ia akan memenuhi undangan resmi Presiden Filipina Benigno Aquino III dan bertemu dengannya pada hari berikutnya. Departemen Luar…

Baca Selengkapnya

Kebijakan Luar Negeri Jokowi: Prioritas Kabur, Dampak Terbatas

Pada Oktober 2014, Indonesia melantik Joko Widodo sebagai presiden baru. Banyak warga menyambut terpilihnya Jokowi, presiden pertama dari luar elite politik dan militer, sebagai kemenangan demokrasi. Banyak warga berharap pemerintahan yang lebih efektif dan transparan. Namun sebagian orang meragukan kemampuannya menyeimbangkan kepentingan domestik dan internasional. Kekhawatiran itu termasuk dampak terhadap keterlibatan Amerika Serikat di kawasan….

Baca Selengkapnya

Kegagalan Prioritas Diplomasi di Bawah Kepemimpinan Jokowi

Pada 8 Januari Retno Marsudi memaparkan prioritas kebijakan luar negeri kementeriannya dalam pernyataan tahunan pertamanya. Ia mengatakan kebijakan lima tahun Jokowi akan fokus pada tiga prioritas utama. Ketiga prioritas itu adalah menjaga kedaulatan, memperkuat perlindungan warga, dan mengintensifkan diplomasi ekonomi. Bagi pengamat yang mengikuti perkembangan Indonesia, hal ini tidak mengejutkan. Langkah ini mencerminkan pendekatan luar…

Baca Selengkapnya

Meneliti Masalah Tanpa Kepastian Solusi bagi Investor India

Pemerintah menyatakan kesediaannya membentuk gugus tugas tingkat tinggi sebagai respons terhadap kekhawatiran investor asal India yang beroperasi di negara ini. Perusahaan asal India menanamkan investasi signifikan di sektor batubara, pertambangan, dan infrastruktur. Sebagian investasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala. Perdana Menteri Manmohan Singh melakukan kunjungan dan bertemu intensif dengan para mitra. Ia bersama pemimpin serta…

Baca Selengkapnya

Jokowi dan ASEAN: Kemesraan yang Mulai Pudar?

Hanya dua bulan setelah menjabat, Presiden Joko Widodo mulai menimbulkan kekhawatiran melalui kebijakan luar negerinya. Kekhawatiran ini terkait kemungkinan Indonesia mengalihkan fokus dari ASEAN, tepat saat organisasi mempersiapkan integrasi regional pada 2015. Pernyataan Jokowi dan langkah pemerintah menunjukkan kebijakan luar negeri yang memprioritaskan hubungan bilateral dan kepentingan domestik daripada pendekatan SBY. Meskipun keterlibatan di ASEAN…

Baca Selengkapnya

Persiapan Laos & Indonesia Menuju AEC Terkendala Tantangan

Pekan lalu, Perwakilan Diplomatik Indonesia di Vientiane menggelar pertemuan konsultatif untuk membahas persiapan Laos bergabung dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Diskusi itu menyoroti tantangan dan potensi keuntungan bagi Indonesia dan Laos setelah integrasi regional berlangsung pada 2015. Forum diskusi dan kunjungan lapangan di Vientiane turut berbagi wawasan, pengalaman, dan pemahaman tentang MEA.

Baca Selengkapnya