UN Women melalui kampanye HeForShe hari ini mengumumkan komitmen dari 18 tokoh IMPACT. Pengumuman ini melengkapi daftar awal 30 mitra global. UN Women menyusun daftar tersebut setelah meluncurkan proyek percontohan pada Januari di Forum Ekonomi Dunia, Swiss. Hal ini juga menyusul pengumuman 10 tokoh pertama pada awal Mei. Inisiatif HeForShe IMPACT 10x10x10 mengajak 10 pemerintah, 10 perusahaan, dan 10 universitas mendukung kesetaraan gender. Program ini menyoroti lembaga legislatif dan dunia usaha karena ketimpangan gender masih tinggi. Temuan UN Women, Forum Ekonomi Dunia, dan lembaga lain memperkuat kondisi tersebut. Penelitian menunjukkan kesenjangan perempuan dan laki-laki masih besar dalam partisipasi dan peluang politik. Kesetaraan perempuan di tempat kerja juga hanya mengalami sedikit kemajuan sejak 2006. Universitas melibatkan generasi muda karena mereka berperan penting dalam mempercepat kesetaraan gender. Keterlibatan generasi muda juga dapat membantu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.
Para pelopor awal dalam inisiatif IMPACT 10x10x10 yang inovatif mencakup sejumlah pemimpin dari sektor bisnis dan akademik. Tokoh perusahaan yang terlibat meliputi Sebastien Bazin dari AccorHotels dan Rick Goings dari Tupperware Brands. Selain itu, terdapat Mustafa Koc dari Koc Holding dan Dennis Nally dari PricewaterhouseCoopers International Ltd. Paul Polman dari Unilever juga menjadi salah satu tokoh korporasi yang bergabung. Dari sektor universitas, terdapat Paul Boyle dari Universitas Leicester dan Adam Habib dari Universitas Witwatersrand, Johannesburg. Tokoh lainnya adalah Feridun Hamdullahpur dari Universitas Waterloo, Ontario. Peter Mathieson dari Universitas Hong Kong juga turut terlibat dalam inisiatif ini. Selain itu, Seiichi Matsuo dari Universitas Nagoya menjadi bagian dari kelompok universitas tersebut. Masyarakat dapat mengakses rincian komitmen mereka melalui laman https://www.heforshe.org/impact.
Anggota Tambahan
Kelompok awal yang beranggotakan 10 orang kini bertambah dengan delapan kepala negara, lima perusahaan, dan lima universitas. Komitmen global kelompok IMPACT diumumkan hari ini di Stockholm oleh Phumzile Mlambo-Ngcuka dan Perdana Menteri Stefan Lofven. Phumzile merupakan Direktur Eksekutif UN Women sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal PBB. Stefan Lofven hadir sebagai Perdana Menteri Swedia dalam pengumuman tersebut. Pemerintah dalam IMPACT 10x10x10 diwakili pemimpin dari Finlandia, Islandia, Indonesia, Jepang, Malawi, Rumania, Rwanda, dan Swedia. Para pemimpin itu mencakup Sauli Niinisto, Sigmundur David Gunnlaugsson, Joko Widodo, dan Shinzo Abe. Tokoh lainnya adalah Arthur Peter Mutharika, Klaus Werner Iohannis, Paul Kagame, dan Stefan Lofven. Mereka berfokus pada kekerasan berbasis gender, partisipasi perempuan dalam kerja, dan kesenjangan upah gender. HeForShe dari UN Women juga memperkenalkan lima tokoh korporasi global baru. Mereka ialah Antony Jenkins, Dominic Barton, Jean Pascal Tricoire, Adam Bain, dan Vittorio Colao.
Mereka mewakili Barclays, McKinsey & Company, Schneider Electric, Twitter, dan Vodafone Group Plc. Kelima perusahaan tersebut merepresentasikan lima bidang industri dengan lebih dari 400.000 karyawan yang beroperasi di lebih dari 50 negara. Sebagai elemen utama dari upaya tersebut, seluruh perusahaan telah menandatangani Prinsip Pemberdayaan Perempuan dan menyatakan komitmennya untuk mengukur serta melaporkan secara terbuka kemajuan dalam pencapaian kesetaraan gender. Selain itu, setiap perusahaan telah merumuskan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan serta hambatan utama dalam industrinya masing-masing, sehingga proses menuju kesetaraan dapat berlangsung lebih cepat. Perusahaan-perusahaan perintis juga menetapkan komitmen internal untuk memperkuat upaya pengurangan kesenjangan upah, mencapai keseimbangan gender dalam jajaran manajemen, serta mewajibkan pelatihan sensitivitas gender. Sebagian komitmen tersebut bahkan diperluas hingga melampaui lingkup karyawan langsung, antara lain dengan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan dalam rantai pasok, mewujudkan kesetaraan dalam kegiatan operasional pabrik, dan memberdayakan laki-laki sebagai penggerak perubahan di lingkungan masyarakat.
Universitas Baru
Selain itu, inisiatif HeForShe yang digagas oleh UN Women mengumumkan bergabungnya lima pemimpin perguruan tinggi global baru, yang secara keseluruhan mewakili hampir 500.000 mahasiswa di empat benua. Kelima tokoh tersebut meliputi John J. DeGioia, Presiden Georgetown University di Washington, D.C.; Andrew Hamilton, Wakil Rektor University of Oxford; Marco Antonio Zago, Presiden University of São Paulo; Frédéric Mion, Presiden Institut d’Études Politiques de Paris atau Sciences Po di Prancis; dan Samuel L. Stanley, Jr., Presiden Stony Brook University di New York. Universitas-universitas yang menjadi mitra unggulan telah menetapkan berbagai komitmen nyata, antara lain mendorong kemajuan perempuan di lingkungan akademik, menangani kekerasan di area kampus, menciptakan kampus yang responsif terhadap isu gender, serta mengatasi bias yang masih meluas terhadap perempuan maupun laki-laki.
Negara, perusahaan dan universitas yang tergabung dalam inisiatif 10x10x10 dipilih berdasarkan reputasi mereka dalam menerapkan praktik etis yang kuat, prestasi yang telah ditunjukkan dalam pelayanan publik, jangkauan serta relevansi global dan kesediaan mereka memanfaatkan pengaruhnya untuk mendorong serta menginspirasi perubahan. Seiring berkembangnya inisiatif ini dan meningkatnya aksi dari berbagai pihak di tiga sektor tersebut, cakupan geografisnya juga diharapkan menjadi semakin beragam. UN Women akan bekerja sama secara erat dengan para pelopor ini untuk mendampingi pelaksanaan komitmen, sekaligus mengumpulkan data mengenai kemajuan yang dicapai dan membagikannya kepada publik setiap tahun. Sejak peluncurannya pada September 2014 oleh aktris Emma Watson sebagai Duta Besar Kehormatan Global UN Women, HeForShe telah mendorong laki-laki dan anak laki-laki di seluruh dunia untuk berkomitmen mengambil tindakan nyata demi terwujudnya kesetaraan gender.
Lebih dari 320.000 laki-laki dan anak laki-laki telah menyatakan dukungan mereka melalui HeForShe Commitments API, sebuah aplikasi berbasis situs web dengan fitur lokasi geografis yang memungkinkan pendaftaran partisipan sekaligus visualisasi jumlah laki-laki yang aktif secara real-time pada peta global. Di samping itu, gerakan HeForShe telah menjangkau lebih dari dua miliar orang melalui berbagai platform media sosial.