Perempuan Masih Tersembunyi

Wawancara mengenai perkembangan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) ketiga yang berfokus pada kesetaraan gender. Nani Zulminarni, aktivis pemberdayaan perempuan, menyampaikan perspektifnya tentang isu kesetaraan gender dan dinamika gerakan perempuan. Ia juga membahas transformasi peran perempuan dalam masyarakat serta tantangan dan peluang yang muncul.

Baca Selengkapnya

Ancaman Banjir Sungai Menimpa 40 Juta Orang Mulai 2030

Setiap tahun, sekitar 20,7 juta orang terdampak banjir sungai. Para peneliti memperkirakan jumlah ini akan meningkat dua kali lipat pada 2030. Pertumbuhan populasi, ekspansi wilayah perkotaan, dan perubahan iklim akan semakin meningkatkan risiko bagi masyarakat. Pernyataan itu berasal dari World Resources Institute (WRI). WRI baru meluncurkan Aqueduct Global Flood Analyzer, perangkat daring untuk membantu publik,…

Baca Selengkapnya

Demokrasi yang Tertunda: Mengapa Indonesia Masih Terhambat?

Untuk memahami kondisi politik saat ini, kita perlu menelusuri kembali sejarahnya yang penuh tantangan. Joko Widodo resmi menjabat sebagai presiden ketujuh pada tanggal 20 Oktober 2014. Dalam konteks sejarah demokrasi yang masih relatif muda—kurang dari dua dekade—beliau menjadi presiden demokratis kelima. Ia juga menjadi presiden kedua yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Beberapa aktor…

Baca Selengkapnya

Komitmen Jokowi Dipertanyakan Setelah Kerusakan Meluas

Tahun lalu Indonesia memilih presiden pertama yang bukan bagian dari elite politik mapan maupun latar belakang militer. Para reformis menyambut hangat kemenangan Joko Widodo dan berharap kepiawaiannya memperbaiki birokrasi yang buruk. Mereka juga berharap peningkatan hak asasi manusia, pengelolaan lingkungan, pengurangan korupsi, dan pertumbuhan ekonomi sehat. Menjelang pemilu, Jokowi mengumumkan beberapa komitmen terkait pengelolaan sumber…

Baca Selengkapnya

Larangan Pekerja Asing: Erosi Perlindungan Tenaga Kerja

Presiden Joko Widodo mengusulkan penghentian pengiriman pekerja rumah tangga ke luar negeri. Aktivis menolak gagasan itu karena pemerintah seharusnya memprioritaskan perlindungan pekerja, bukan membatasi hak mereka. Kritik bermunculan setelah Presiden Jokowi menyampaikan rencana pelarangan pekerja rumah tangga ke luar negeri demi menjaga kehormatan bangsa. Namun, kelompok aktivis buruh dan pemerhati hak perempuan menilai kebijakan itu…

Baca Selengkapnya

Diplomasi Modern: Keseimbangan atau Ambiguitas Kebijakan?

Indonesia pernah menjadikan konsep kebijakan luar negeri lingkaran konsentris sebagai pilar diplomasi, meskipun kini jarang terdengar. Pengaruhnya menguat saat Mochtar Kusumaatmadja memimpin Kementerian Luar Negeri pada 1978–1988. Kerangka ini tetap berpengaruh hingga pengujung era Orde Baru. Intinya, Indonesia tidak lagi memakai pendekatan globalis ala Presiden Soekarno. Pada masa Soekarno, diplomasi menargetkan kepemimpinan gerakan anti-kolonial dan…

Baca Selengkapnya

100 Hari Jokowi: Skandal dan Turunnya Dukungan

Pada hari Minggu, Presiden Joko Widodo membagikan sebuah kutipan Jawa di laman Facebook-nya: “Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.” Ungkapan itu menyatakan bahwa kebijaksanaan, kebaikan hati, dan kesabaran dapat melunakkan ketegaran, sikap tertutup, dan kemarahan. Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Jokowi menghadapi situasi yang menuntut tingkat kebijaksanaan dan kesabaran yang tinggi. Seratus hari pertama kepemimpinannya…

Baca Selengkapnya

Usai 100 Hari, Tes Presiden Tak Mampu Menutupi Sorotan Kinerja

Orang mungkin dengan mudah tidak menyadari kehadiran Joko Widodo ketika ia bersepeda di jalanan Jakarta sambil mengenakan celana training dan sepatu kets putih. Namun, ketika ribuan warga Jawa memadati jalan ini dan berjalan santai pada hari Minggu, Anda akan langsung menyadari bahwa ia bukan orang Indonesia biasa. “Jokowi!” seru warga sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman…

Baca Selengkapnya

Panggung Kosong: Seratus Hari Pemerintahan Jokowi

Sudah lama politik Indonesia tidak sedinamis ini. Tiga bulan setelah pemerintahan baru, euforia kemenangan pemilu meredup dan realisme yang lebih tenang menggantikannya. Struktur kekuasaan Indonesia cenderung labil dan mengalami pasang surut. Pemerintahan Jokowi menampilkan keseimbangan kekuasaan yang lebih longgar daripada era pendahulu, sehingga perkembangan sulit terprediksi. Presiden menghadapi tantangan utama mengkonsolidasikan kekuasaan dalam 100 hari…

Baca Selengkapnya