Dampak Tak Terhindarkan: Krisis Kelapa Sawit yang Memburuk

Pada bulan Agustus 2014, puluhan kepulan asap terlihat membubung dari kawasan hutan dan perkebunan yang rimbun. Beberapa di antaranya membentang lebih dari setengah kilometer lebar, menjulang menyerupai tiang-tiang asap ke langit. Dalam pekan itu saja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 143 titik kebakaran hutan baru di Provinsi Riau. Sebagian besar insiden ini berkaitan dengan aktivitas…

Baca Selengkapnya

Retaknya Toleransi: Tantangan Islam Moderat

Secara umum, Indonesia kini meningkatkan ekspresi ke-Islam-an dibandingkan beberapa dekade silam. Semakin banyak perempuan mengenakan jilbab. Jumlah jemaah haji ke Mekkah terus meningkat. Masyarakat menunjukkan minat lebih besar terhadap layanan keuangan syariah. Selain itu, pilihan media berbasis Islam pun berkembang pesat—meliputi buku, majalah, acara televisi, film, situs web hingga aplikasi seluler. Fenomena ini paling kentara…

Baca Selengkapnya

Inklusi Petani Terpinggirkan: Reklasifikasi Memihak Skala Besar

Para pemimpin industri dan pemerintah menetapkan target memperluas produksi sawit sambil mencegah deforestasi dan konflik sosial. Pencapaian target ini bergantung pada pembangunan kebun baru di lahan non‑hutan yang sesuai serta penghormatan terhadap hak masyarakat setempat. Namun, klasifikasi lahan kerap tidak mendukung, karena banyak area yang secara hukum layak justru tidak tersedia untuk dikembangkan. Indonesia merupakan…

Baca Selengkapnya

Pulp: Ancaman yang Mempercepat Kehancuran Hutan Dunia

Setiap tahun manusia menebang sekitar 100 juta pohon untuk menghasilkan bubur kertas larut. Mereka menggunakan bubur kertas ini dalam berbagai produk, termasuk pakaian, pasta gigi, dan makanan. Pulp larut mengancam kelestarian hutan. Industri ini terus berkembang secara global. Pertumbuhannya menimbulkan bahaya bagi hutan yang sudah terancam punah. Mungkin istilah pulp larut terdengar asing bagi Anda,…

Baca Selengkapnya
Presiden terpilih Joko Widodo

Kabinet Baru Dipertanyakan: Loyalitas dan Kompetensi Diragukan

Presiden terpilih Joko Widodo mengumumkan kabinetnya pada Minggu sore dan melantik para menteri keesokan harinya. Analis, politisi, dan pelaku bisnis merespons susunan kabinet itu secara beragam, sementara media memberitakannya dengan nada umumnya dingin. Susunan kabinet ini mencerminkan pengaruh besar Megawati Soekarnoputri, ketua PDIP dan mantan presiden (2001–2004), terhadap pilihan Jokowi. Hal ini juga mengindikasikan bahwa…

Baca Selengkapnya

Dilema Perubahan: Antara Ketidakpastian dan Harapan Stabilitas

Joko Widodo, presiden baru terpilih, resmi menjalani pelantikan minggu lalu dan memimpin masa kepemimpinan penuh tantangan akibat ketidakpastian serta dinamika politik yang berkembang. Dinamika ketidakpastian dan proses negosiasi ini semakin mematangkan demokrasi di negara ini serta memperkuat stabilitas sebagai nilai fundamental yang perlu dihargai. Lima belas tahun yang lalu, Indonesia masih berada di bawah pemerintahan…

Baca Selengkapnya

Dari Gubuk di Tepi Sungai hingga Menjadi Pemimpin Negara

Pada Senin, Joko Widodo menuntaskan perjalanan dari gubuk tepi sungai menuju Istana Presiden. Setelah pelantikan, puluhan ribu warga bersorak di jalan menyambut kedatangannya. Pemandangan itu mengingatkan parlemen yang oposisi kuasai pada dukungan akar rumput yang mengantarkannya ke tampuk kekuasaan. Pria berusia 53 tahun ini harus segera mengambil keputusan sulit untuk meningkatkan peluang pertumbuhan ekonomi. Para…

Baca Selengkapnya

Pelantikan Jokowi Soroti Janji Maritim

Pidato pelantikan Presiden ke-7 Joko Widodo meninggalkan kesan kuat meski singkat. Singkatnya pidato mungkin justru memperkuat kesan tersebut. Ia memadukan kerendahan hati pribadi, kebanggaan nasional, dan etos kerja tak kenal lelah. Yang paling menonjol adalah penegasan aspirasi sebagai kekuatan maritim Indo-Pasifik. Indonesia adalah negara kepulauan yang menghubungkan dua samudra. Di tengah pidato, beberapa kalimat menonjol…

Baca Selengkapnya