rupiah melemah menembus Rp13.500

Rupiah Terjun, Kekhawatiran 1998

Rabu, 5 Agustus 2015, rupiah melemah menembus Rp13.500 per dolar AS. Posisi itu terendah sejak krisis keuangan Asia 1997–1998 yang berkembang menjadi krisis multidimensi ekonomi, politik, sosial. Bagi sejumlah pembuat kebijakan, pelaku usaha dan investor, pelemahan ini membangkitkan kembali ingatan akan masa sulit tersebut. Meski demikian, terdapat perbedaan penting antara situasi saat ini dan kondisi…

Baca Selengkapnya
Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi

Proteksionisme dan Ketidakpastian Ekonomi

Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi berat sering mendorong pemimpin melakukan reformasi, sehingga masa sulit melahirkan kebijakan positif. Namun, selama setahun terakhir pertumbuhan melambat dan pemerintah justru memperkuat proteksionisme lewat berbagai hambatan non-tarif. Kebijakan ini berpotensi menaikkan harga barang bagi konsumen di tengah penurunan daya beli, serta menurunkan daya saing dan produktivitas perusahaan.

Baca Selengkapnya
menghadapi defisit neraca berjalan

Defisit Akun Berjalan: Tanda Lemahnya Fondasi Ekonomi

Sejak akhir 2011, Indonesia menghadapi defisit neraca berjalan (CAD) yang bersifat struktural. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi pembuat kebijakan dan investor asing. Pemerintah melakukan berbagai reformasi kebijakan dan penyesuaian ekonomi beberapa tahun terakhir. Namun defisit tetap relatif stabil sepanjang 2015. Bank Dunia dan Bank Indonesia memperkirakan CAD akan bertahan sedikit di bawah 3% dari PDB…

Baca Selengkapnya

Hemat Konsumen Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Umat Islam secara tradisional menjadikan bulan puasa sebagai waktu berlimpah. Para pembeli memadati pasar-pasar dan membeli hadiah. Kemudian bertukar hadiah dalam perayaan berbuka puasa yang mewah. Ramadhan tahun ini berlangsung sejak pertengahan Juni dan menghadirkan momen lebih hemat. Hilangnya banyak lapangan kerja secara luas mengurangi daya beli konsumen. Lonjakan inflasi semakin menekan kemampuan masyarakat untuk…

Baca Selengkapnya