Pemerintah berencana segera mengeluarkan serangkaian kebijakan. Tujuannya memperkuat nilai tukar rupiah yang melemah. Kebijakan itu juga mendukung pemulihan ekonomi nasional. Saat ini pertumbuhan ekonomi melambat. Laju pertumbuhan adalah yang paling lambat dalam enam tahun terakhir.
Pemerintah berharap paket kebijakan ini melengkapi insentif pajak yang diumumkan pada Senin. Kebijakan ini bertujuan mendorong aktivitas di sektor-sektor tertentu. Contohnya pembangunan kilang minyak dan proyek infrastruktur.
Pemerintah dan bank sentral di berbagai negara berkembang terpaksa mengambil langkah-langkah untuk menahan pelemahan nilai tukar mata uangnya, khususnya setelah China membiarkan yuan turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.
Malaysia membentuk sebuah komite ekonomi khusus pada hari Rabu dengan tujuan merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kondisi perekonomian nasional.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan pemerintah akan meluncurkan paket kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk daya beli masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa paket tersebut akan mencakup perpaduan antara insentif pajak dan berbagai kebijakan lainnya.
Pelaku pasar menunggu pemerintah mengumumkan detail paket pada Kamis, setelah pernyataan sebelumnya. Namun, menurut pernyataan menteri, proses tersebut masih memerlukan waktu tambahan.
Butuh Kesabaran
“Harap bersabar. Kebijakan tidak bisa muncul begitu saja,” ujar Bambang. “Kita perlu menyiapkannya terlebih dahulu—ibarat sebuah hidangan, saat ini kita masih berada pada tahap menikmati sup pembuka.”
Menteri menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa terus-menerus mengandalkan ekspor komoditas sebagai penopang ekonomi, dan menegaskan bahwa sektor manufaktur akan menerima insentif pajak sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi.
Pemerintah memusatkan kebijakan untuk mengembangkan sektor hilir berbasis SDA serta mendorong industri yang menjadi prioritas kebutuhan pemerintah.
Darmin Nasution menegaskan pemerintah memfokuskan paket kebijakan pada sektor riil, mencakup aspek keuangan dan deregulasi, dan mulai menerapkannya pekan depan.
Yang utama, kebijakan ini akan membantu kelancaran aktivitas ekonomi. Darmin menjelaskan kebijakan itu memperkuat daya tarik Indonesia bagi devisa asing.
Rupiah Menguat Kembali
BI menurunkan perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun ini dan tahun depan pada hari Selasa. Sehari sebelumnya, Gubernur BI, Agus Martowardojo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2015 diperkirakan hanya mencapai 4,89%, yang merupakan angka terendah sejak tahun 2009.
Nilai tukar rupiah naik sebesar 1% ke posisi 13.980 per dolar AS pada perdagangan kemarin, didorong oleh lonjakan indeks saham lebih dari 4%. Para pelaku pasar juga menyebutkan bahwa bank sentral tampaknya melakukan intervensi langsung guna menjaga stabilitas mata uang nasional.
Tindakan yang jarang dilakukan ini mencerminkan komitmen serius dari pihak otoritas untuk menopang mata uang Asia yang mencatatkan performa terburuk kedua sepanjang tahun, dengan cara memperlihatkan keterlibatannya secara langsung di pasar, menurut para pelaku perdagangan.
Rupiah mulai menguat setelah mengalami penurunan selama delapan hari berturut-turut hingga mencapai titik terendah dalam 17 tahun terakhir. Sepanjang tahun ini, nilai tukar rupiah telah turun sekitar 11,5% terhadap dolar AS.