Birokrasi dan Korupsi Menghambat Efektivitas Keuangan Publik
AFD membantu meningkatkan efektivitas keuangan publik dengan memberikan pinjaman kebijakan pembangunan bersama Bank Dunia serta menggerakkan pertukaran keahlian antarnegara.
Perkembangan pasar, kebijakan fiskal, investasi dan UMKM
AFD membantu meningkatkan efektivitas keuangan publik dengan memberikan pinjaman kebijakan pembangunan bersama Bank Dunia serta menggerakkan pertukaran keahlian antarnegara.
Dalam pidato pembukaan resmi Konferensi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan bahwa konferensi ini memiliki arti penting karena pemerintah berkomitmen menyediakan pekerjaan layak bagi seluruh masyarakat.
Perlambatan ekonomi belakangan ini menekankan betapa krusialnya keunggulan kompetitif bagi dunia usaha. Prospek jangka panjang pasar konsumen tetap cerah berkat pertumbuhan demografi dan meningkatnya pendapatan kelas menengah. Memahami pola pikir konsumen serta faktor yang memengaruhi preferensinya menjadi, dan akan terus menjadi, hal esensial.
Pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi ke-10 yang menitikberatkan pada penguatan perlindungan bagi UMKMK serta penyesuaian Daftar Negatif Investasi (DNI).
Pemerintah menetapkan dua sasaran besar, yakni peningkatan pendapatan dan penurunan emisi. Pemerintah menetapkan target pendapatan 2015 naik 21% daripada 2014, serta menargetkan pengurangan emisi 29% pada 2030. Kedua target tersebut mendorong pemanfaatan lahan produktif sebagai prioritas utama untuk meningkatkan pendapatan domestik sekaligus menekan emisi dan deforestasi.
Bonus demografi berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat perkembangan sektor pertanian dan industri.
Hanya sedikit orang menikmati keuntungan dari aset finansial dan fisik. Sebagian aset mereka peroleh melalui praktik korupsi. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi kekayaan meningkat. Akibatnya, ketimpangan ekonomi semakin besar di masa depan, menurut Bank Dunia.
Ketimpangan Indonesia meningkat lebih cepat daripada negara Asia Timur, memicu kekhawatiran masyarakat menurut laporan Bank Dunia.
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan selama 15 tahun menekan kemiskinan dan mendorong munculnya kelas menengah.
Bank Pembangunan Asia menyetujui bantuan sebesar $600 juta untuk PLN. ADB mengalokasikan dana itu untuk meningkatkan sistem transmisi listrik di Sumatra secara besar-besaran. Termasuk perbaikan jaringan distribusi dan penguatan infrastruktur untuk keandalan pasokan.