Proteksionisme Perdagangan di Indonesia

Krisis Berulang: Mengapa Masa Sulit Tak Selalu Melahirkan Solusi

Analisis Lowy Institute “Proteksionisme Perdagangan di Indonesia: Masa-masa Buruk dan Kebijakan yang Buruk” menilai arah kebijakan ekonomi. Kesimpulannya, arah kebijakan saat ini bertentangan dengan Hukum Sadli. Alih-alih masa krisis mendorong reformasi yang konstruktif, masa-masa stabil justru melahirkan kebijakan populis yang cenderung pasif dan tidak produktif.

Baca Selengkapnya
rupiah melemah menembus Rp13.500

Rupiah Terjun, Kekhawatiran 1998

Rabu, 5 Agustus 2015, rupiah melemah menembus Rp13.500 per dolar AS. Posisi itu terendah sejak krisis keuangan Asia 1997–1998 yang berkembang menjadi krisis multidimensi ekonomi, politik, sosial. Bagi sejumlah pembuat kebijakan, pelaku usaha dan investor, pelemahan ini membangkitkan kembali ingatan akan masa sulit tersebut. Meski demikian, terdapat perbedaan penting antara situasi saat ini dan kondisi…

Baca Selengkapnya
Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi

Proteksionisme dan Ketidakpastian Ekonomi

Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi berat sering mendorong pemimpin melakukan reformasi, sehingga masa sulit melahirkan kebijakan positif. Namun, selama setahun terakhir pertumbuhan melambat dan pemerintah justru memperkuat proteksionisme lewat berbagai hambatan non-tarif. Kebijakan ini berpotensi menaikkan harga barang bagi konsumen di tengah penurunan daya beli, serta menurunkan daya saing dan produktivitas perusahaan.

Baca Selengkapnya