Ekspansi cepat industri nikel

Ilusi Kendali dalam Revolusi Nikel Indonesia

Ekspansi cepat industri nikel membuat sektor ini bergantung pada modal dan teknologi China. Risiko ketergantungan kian meningkat seiring pengetatan aturan kepemilikan dan lingkungan di Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang mendorong pemerintah menjauh dari pasar-pasar tersebut dan semakin bertumpu pada China. Untuk memaksimalkan kekayaan nikel, pemerintah perlu mendiversifikasi kemitraan, meningkatkan teknologi, dan membersihkan bauran energinya.

Baca Selengkapnya
pasar nikel menunjukkan pergerakan

Pasokan Minim, Bijih Turun, Reli Nikel

Setelah berbulan-bulan stagnasi, pasar nikel menunjukkan pergerakan harga signifikan dan perubahan kebijakan yang menandai potensi titik balik industri. Pada akhir Desember 2025, CEO Canada Nickel, Mark Selby, menyampaikan pembaruan menyeluruh mengenai dinamika pasar. Ia menyoroti strategi pasokan yang Indonesia jalankan, lonjakan permintaan kendaraan listrik, serta kemajuan proyek pengembangan Amerika Utara. Investor melihat perkembangan ini sebagai…

Baca Selengkapnya
Analis memperkirakan PDB riil

Tangguh, tetapi Kian Rentan

Analis memperkirakan PDB riil tumbuh 5,0% pada 2025 dan 2026, lalu naik menjadi 5,1% pada 2027. Inflasi rendah dan kondisi keuangan yang membaik mendorong konsumsi dan investasi swasta. Namun, ketegangan perdagangan global memperlambat ekspor dan menahan aktivitas ekonomi. Analis memproyeksikan inflasi turun menjadi 1,9% pada 2025. Permintaan yang terbatas dan harga energi rendah menyebabkan penurunan….

Baca Selengkapnya

Indonesia Kejar Pertumbuhan Tinggi lewat Reformasi dan Hilirisasi

Indonesia, dengan sekitar 283 juta penduduk, merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan PDB sekitar $1,46 triliun pada 2024. Setelah kontraksi tajam pada 2020 akibat pandemi Covid-19, ekonomi pulih kuat dan kembali melampaui level pra‑pandemi pada 2021. Pertumbuhan berlanjut, mencapai 5,3% pada 2022 dan stabil sekitar 5,0% pada 2023 serta 2024. Konsumsi domestik yang kuat,…

Baca Selengkapnya

Ekonomi Indonesia Gagal untuk Berinteraksi dengan Dunia

Seiring berlalunya satu tahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto, wajar jika publik merenungkan ambisi pemerintahannya. Presiden menegaskan komitmen mencapai pertumbuhan 8% menjelang pemilihan. Kondisi ekonomi semakin menunjukkan tanda-tanda kesulitan, sehingga sedikit yang layak kita rayakan. Negara harus memperluas pandangannya ke luar batas nasional atau akan gagal memaksimalkan potensinya. Pengamat mempertanyakan angka pertumbuhan PDB 5% belakangan…

Baca Selengkapnya