Selama tiga kuartal pertama 2025, PDB tumbuh 5,0%. Proyeksi menunjukkan pertumbuhan tetap konsisten pada rentang ini pada 2026–2027, didorong investasi dan kontribusi ekspor bersih.
Laporan Prospek Ekonomi Indonesia Desember 2025 Bank Dunia menyatakan kebijakan moneter dan fiskal kini lebih akomodatif. Stimulus mendorong kenaikan kredit swasta dan konsumsi, sambil mempertahankan disiplin fiskal dan inflasi moderat. Namun pasar tenaga kerja masih bermasalah: pekerjaan baru banyak di sektor bernilai tambah rendah, upah kelas menengah langka. Antara 2018 dan 2024, upah riil turun rata‑rata 1,1% per tahun.
Carolyn Turk menyatakan bahwa reformasi struktural berpotensi meningkatkan produktivitas dan menciptakan pekerjaan dengan upah lebih baik. Peningkatan keterampilan, penguatan persaingan, dan perbaikan iklim usaha melalui digitalisasi membuka lebih banyak peluang menuju pekerjaan bernilai tinggi. Hal ini memastikan pertumbuhan meningkatkan taraf hidup seluruh masyarakat.
Laporan ini menegaskan bahwa perluasan dan peningkatan infrastruktur digital berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Meskipun ekonomi digital—diukur dari nilai barang bruto—tetap terbesar di ASEAN pada 2025, masih ada hambatan untuk memaksimalkan potensinya. Akses internet meluas, tetapi kualitas dan pemanfaatannya belum merata; kecepatan rata‑rata tertinggal dari negara tetangga. Banyak warga di pedesaan, sekolah, dan klinik kesehatan belum memiliki koneksi berkecepatan tinggi. Kapasitas pusat data tumbuh, namun butuh investasi lebih besar dan regulasi yang lebih kondusif. Langkah nyata, termasuk penguatan program pemerintah, dapat mengatasi kendala dan mempercepat ekonomi digital inklusif serta kompetitif.
Mahesh Uttamchandani menyatakan bahwa ambisi digital selaras dengan peluang besar yang terbuka. Komitmen pemerintah terhadap transformasi digital layanan publik dan ekonomi telah menciptakan momentum kuat, dan perangkat digital serta kecerdasan buatan membuka peluang baru untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan.
David Knight menyatakan bahwa transformasi digital menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan masa depan. Memperluas jangkauan dan meningkatkan mutu infrastruktur digital, didukung oleh kerangka regulasi yang stabil dan dapat diprediksi, adalah kunci untuk mewujudkan manfaat ekonomi digital.
Rekomendasi Laporan
Untuk mewujudkan ambisi digital tersebut, laporan ini mengajukan rekomendasi berikut:
- Akses Jaringan dan Persaingan
- Mempercepat alokasi frekuensi tambahan guna mendukung broadband seluler dan implementasi 5G
- Mendorong akses terbuka dan setara ke jaringan serat optik serta infrastruktur pasif, termasuk tiang listrik PLN, untuk memperkuat persaingan dan menekan biaya pembangunan
- Konektivitas Inklusif dan Keterjangkauan
- Menggerakkan investasi swasta untuk memperluas jaringan broadband di wilayah pedesaan dengan mengintegrasikan langganan internet untuk sekolah, klinik kesehatan dan fasilitas pemerintah lainnya
- Periksa dan sesuaikan tarif grosir Palapa Ring, sebagai bagian dari jaringan tulang punggung broadband, untuk meningkatkan keterjangkauan di daerah yang kurang mendapat layanan
- Infrastruktur dan Tata Kelola Data
- Mewujudkan kondisi investasi yang lebih menarik untuk pusat data dengan koordinasi insentif yang lebih baik, peraturan yang lebih ramping dan pengesahan peraturan pemerintah mengenai perlindungan data pribadi
Memperkuat infrastruktur digital—dengan memobilisasi investasi swasta, meningkatkan keterampilan digital, dan menjaga kepercayaan digital—merupakan kunci untuk memperluas akses ke peluang, menciptakan pekerjaan berkualitas, serta mendorong pertumbuhan inklusif demi kesejahteraan seluruh masyarakat.