Ancaman Perekrutan ISIS Masih Bayangi Ketahanan Keamanan

warga Indonesia bergabung ISIS

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan agar warganya tidak terjerumus menjadi anggota kelompok militan ISIS.

Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Wawan Purwanto, menyatakan 300 warga bergabung dengan kelompok radikal, dan 60 di antaranya tewas. Ia menjelaskan bahwa mereka berusia antara 17 hingga 25 tahun dan berasal dari berbagai wilayah di tanah air.

Ia menyampaikan bahwa pendukung ISIS merekrut seluruh individu tersebut dan telah mendapat klasifikasi sebagai pihak berpaham radikal.

Wawan menyatakan bahwa para rekrutan yang dikirim ke Suriah memperoleh tunjangan senilai $1.500 untuk menutupi biaya akomodasi dan transportasi.

Ia mengungkapkan bahwa mereka sudah memiliki seluruh dokumen perjalanan yang mereka perlukan sebelum meninggalkan Surabaya. Di Malaysia, seseorang telah menyiapkan seluruh keperluan untuk keberangkatannya ke Turki. Setibanya di Istanbul, langsung menjalani pelatihan lapangan, termasuk pengenalan terhadap target musuh dan pemahaman terhadap kondisi cuaca setempat.

Kelompok Radikal

Wawan menuturkan bahwa kelompok radikal berpengalaman melatih seluruh individu tersebut dalam pelatihan militer. Kelompok itu sebelumnya terlibat konflik bersenjata di Afghanistan dan Filipina.

Namun, ia menekankan bahwa mencegah rekrutan meninggalkan tanah air sangatlah sulit tanpa dukungan aktif dari pihak sekolah dan keluarga.

Wawan menjelaskan bahwa aparat melakukan langkah-langkah deteksi dini untuk mencegah keberangkatan ke luar negeri. Namun, karena individu tersebut tidak memiliki catatan kriminal, mereka tetap bebas bepergian dan tidak semuanya bisa dicegah naik pesawat. Aparat kini melakukan pendekatan persuasif terhadap keluarga dan kerabat untuk mencegah calon pelaku terorisme berangkat ke Istanbul.

Wawan mengungkapkan bahwa tingginya keterlibatan mahasiswa serta lulusan perguruan tinggi dalam jaringan terorisme mencerminkan kurangnya pemahaman mendalam terhadap ajaran agama.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya mengedepankan pendekatan edukatif melalui kegiatan roadshow dengan menghadirkan ustadz serta aparat keamanan dari Timur Tengah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mendasar tentang konsep jihad kepada para mahasiswa sekaligus menyampaikan gambaran nyata mengenai situasi di wilayah tersebut.

Pemerintah mengumumkan rencana pencabutan kewarganegaraan bagi individu yang terbukti bergabung dengan ISIS. Kelompok tersebut telah dilarang sejak bulan Agustus 2014, dan pemerintah telah mengambil langkah hukum terhadap anggotanya yang teridentifikasi. Ditegaskan pula bahwa paham radikal kelompok ini bertentangan dengan ideologi negara yang menjunjung pluralisme, yakni Pancasila.

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *