Musim Kebakaran Picu Krisis Asap dan Kerusakan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan satelit mendeteksi 145 titik api di Sumatra pada Rabu, turun dari 245 pada Minggu.

Situasi sekarang berbeda jauh dari tahun lalu. Tahun lalu ribuan kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi selama kemarau panjang akibat El Nino. Kebakaran itu mengirimkan kabut beracun yang menyebar ke seluruh wilayah.

Kenaikan jumlah titik api menunjukkan musim kebakaran tahun ini mungkin telah mulai.

Provinsi Riau mencatat 64 titik api pada Rabu, jumlah terbanyak. Perusahaan mengeringkan rawa gambut luas di sana untuk membuka perkebunan kelapa sawit dan kayu pulp. Gambut yang kering mudah terbakar, dan pembakaran lahan murah oleh penanam seringkali meluas di luar kendali.

Global Forest Watch melaporkan munculnya beberapa titik api di Provinsi Sumatra Utara.

Di Kalimantan, wilayah Indonesia di Pulau Borneo, terdeteksi 43 titik panas pada Senin, namun jumlahnya sejak itu turun drastis.

Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan sebagian besar titik api karena pembakaran yang sengaja.

Tebang Bakar

Pada Senin di Riau, militer, polisi, dan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup menangkap seorang pria. Penangkapan itu terkait praktik tebang bakar ilegal di sebidang tanah kecil dalam operasi gabungan.

Polisi di provinsi tetangga Jambi, yang parah dilanda kebakaran tahun lalu, melimpahkan empat berkas perkara ke Kejaksaan Agung. Suwaiyah binti Abdullah bekerja sebagai pegawai konglomerat Sinar Mas. Pihak berwenang menuduh Darmawan Eka Setia Pulungan menjabat sebagai Manajer Perkebunan PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi. Pihak berwenang menyatakan Munadi sebagai Kepala Operasi PT Ricky Kurniawan Kertapersada. Iwan Worang adalah Direktur PT Dyera Hutan Lestari.

Polda Jambi tengah menangani perkara terhadap empat perusahaan lain; pada konferensi pers pekan lalu, juru bicara polisi menolak menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut.

Mursi Nauli, Kepala Cabang Walhi Jambi, menilai pihak berwenang seharusnya menindak pelaku skala besar. “Polisi hanya menindak perusahaan kecil, bukan perusahaan besar,” ujarnya.

Walhi memperkirakan kerugian di Jambi tahun lalu lebih dari Rp6 triliun, sedangkan Bank Dunia menilai total kerugian ekonomi sekitar $16 miliar.

Mursi menyatakan 70% perusahaan perkebunan di Jambi kekurangan peralatan dan infrastruktur pemadam kebakaran dasar, serta mendesak pemerintah menggelar inspeksi mendadak setiap enam bulan.

Kelompok relawan Singapura People’s Movement to Stop Haze (PM Haze) berupaya mengumpulkan dana untuk proyek penutupan kanal di lahan gambut Cagar Hutan Raja Musa di Malaysia, yang pernah mengalami kebakaran penyebab kabut asap.

Presiden PM Haze, Tan Yi Han, mengatakan proyek penyumbatan kanal ini diharapkan memberi pengalaman bagi relawan sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat Singapura dapat bekerja sama dengan negara tetangga untuk menangani bencana regional.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *