Jokowi-Prabowo Gagal Redam Ketegangan Jelang Unjuk Rasa

Suasana riang; ketika Prabowo meminta, Presiden Jokowi menunggang kuda jantan bernama Salero dan menghibur tuan rumah dengan candaan merendah. Jokowi menyebut kuda ini sangat besar, dia ringan, dan seolah kuda ini tersenyum kepadanya karena perawakannya yang ramping. Prabowo tegas menjawab bahwa keunggulannya jelas: ia ringan dan kuda menyukai penunggang ringan. Selanjutnya, di ruang tamu rumah Prabowo di Hambalang, Bogor, diskusi berlangsung dengan nada serius. Presiden Jokowi menemui Prabowo, bekas pesaingnya di 2014 dan pemimpin kubu oposisi, meminta dukungan meredam ketegangan sebelum aksi 4 November. Kelompok-kelompok tersebut meminta penuntutan terhadap Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama, terkait kasus dugaan penistaan agama. Jika demonstrasi lanjutan yang FPI prakarsai berhasil, mereka menuntut memenjarakan Ahok karena menghina Al-Quran, yang akan melarangnya mencalonkan lagi. Pemimpin FPI, Rizieq Syihab, menginstruksikan penutupan sekolah, bisnis dan kantor pemerintah pada Jumat dan mengundang warga ikut demonstrasi.

Panitia mengharapkan kehadiran sejumlah politisi senior Gerindra dan PKS, termasuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Prabowo mengatakan setelah pertemuan bahwa ia sejalan dengan presiden mengenai kebutuhan menjaga persatuan dan mengantisipasi pemecah belah. Prabowo mengatakan Indonesia beragam suku, agama, dan ras, sehingga masalah harus selesai secara damai. Ia mengajak semua pihak menempuh penyelesaian damai untuk menjaga persatuan bangsa. Prabowo juga menyatakan sependapat dengan Jokowi mengenai kekhawatiran ancaman keamanan pada unjuk rasa. Menurutnya, potensi ancaman itu perlu pemerintah antisipasi agar demonstrasi tidak memicu kerusuhan. Ia menekankan pentingnya dialog dan tindakan preventif untuk mencegah eskalasi konflik. Prabowo menyatakan prihatin atas perkembangan keamanan dan merasa wajib menyampaikan pandangannya kepada panglima tertinggi negara. Ia mengatakan siap memberi masukan kepada pemerintah bila perlu demi menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Prabowo merasa berkewajiban menyampaikan pandangan soal keamanan kepada pemimpin tertinggi negara. Ia menegaskan selalu siap memberikan saran kepada pemerintah jika situasi mengharuskan. Menurutnya, kekhawatiran terhadap kondisi keamanan membuatnya harus berbicara kepada panglima tertinggi.

Meredakan Ketegangan

Setelah Prabowo berbicara, Jokowi menghindari menyebut unjuk rasa secara langsung dan hanya menekankan bahwa pemimpin agama dan politik perlu berupaya lebih keras meredakan ketegangan menjelang pilkada. Jokowi menyatakan setuju dengan pernyataan Prabowo dan menegaskan bahwa pemimpin agama dan politik harus bersatu untuk meredakan situasi. Ia menambahkan bahwa pembicaraan tersebut adalah kelanjutan dari pertemuan 2014 yang berlangsung menjelang pelantikannya. Kedua politisi ini kembali bertemu pada Januari 2015, di awal masa pemerintahan Jokowi, ketika PDI-P mengancam menarik dukungan setelah Jokowi menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Setelah pertemuan dengan Prabowo, Jokowi akan mengadakan pembicaraan dengan para tokoh muslim guna mengajak mereka ikut menyerukan ketenangan saat pemilihan daerah 2017. Pada hari Selasa, Jokowi akan bertemu pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, untuk membahas unjuk rasa 4 November. Selasa itu Jokowi dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin NU dan Muhammadiyah guna membicarakan aksi 4 November.

Jokowi merencanakan pertemuan dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pada hari Selasa untuk mendiskusikan demonstrasi 4 November. Hari Selasa, Jokowi akan bertemu para pemimpin NU dan Muhammadiyah—organisasi Islam terbesar dan kedua terbesar di negara ini—untuk membahas rencana unjuk rasa 4 November. Pada Selasa, Jokowi dijadwalkan menemui pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk berdiskusi soal unjuk rasa yang direncanakan pada 4 November. Menurut Gun Gun Heryanto, Jokowi melihat ketegangan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan memerlukan dukungan Prabowo agar pesannya lebih kuat. Ia menilai pertemuan kedua pemimpin sering berlangsung saat ketegangan politik mencapai puncak, dan dari pertemuan tersebut Jokowi tampak mengetahui kepada siapa harus meminta dukungan untuk menenangkan ketegangan sektarian menjelang pilkada Jakarta. Fadli Zon menyatakan bahwa peringatan dari Prabowo tidak mengubah niatnya untuk hadir di unjuk rasa, karena pertemuan antara ketua partainya dan Jokowi tidak ada hubungannya dengan demonstrasi atau pemilihan di Jakarta.

Menegakkan Hukum

Fadli menyatakan unjuk rasa bertujuan menegakkan hukum terhadap Ahok, bukan bermotif politik, dan menyebut pertemuan presiden dengan Prabowo sebagai pertemuan rutin terkait janji Jokowi 2014 mengunjungi Hambalang. Ketua DPR Ade Komarudin dari Partai Golkar mengatakan pertemuan itu bisa membantu meredakan ketegangan di ibu kota.

Ade menilai ketika dua tokoh elite berpengaruh dari partai bersaing duduk bersama, mereka mengirim pesan penenang yang diikuti kader di akar rumput.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *