FGV Serobot Pasar Benih Sawit Indonesia

Felda Global Ventures Berhad (FGV) dan PT Mitra Agro Servindo (PT MAS) menandatangani Nota Kesepahaman hari ini. Mereka akan bekerja sama memasarkan bibit FASSB di Indonesia. Kerja sama juga mencakup produk pertanian terkait. Dato’ Zakaria, Presiden dan CEO Grup, mengatakan kerja sama ini membuat FGV mendapat persetujuan pelepasan benih DxP Felda Yangambi ML161. Pelepasan bahan tanam ini akan menguntungkan Indonesia. Bahan tanam ini memperkenalkan plasma nutfah baru ke perkebunan lokal. Hal ini meningkatkan kualitas dan keragaman varietas kelapa sawit. Akhirnya, perubahan tersebut akan menaikkan hasil panen petani.

Langkah ini membuka peluang bagi benih kelapa sawit FGV untuk dipasarkan secara komersial di Indonesia sejak 2017. FGV memperkirakan akan mengekspor 1 juta bibit ke Indonesia tahun depan. Perusahaan memproyeksikan ekspor meningkat menjadi 5 juta bibit pada 2020. Potensi pasar Indonesia sangat besar. Pelaku industri memperkirakan kebutuhan mencapai 60–90 juta bibit per tahun. Permintaan berasal dari pengembangan lahan baru dan program penanaman kembali. Dato’ Zakaria mengatakan pencapaian ini merupakan tonggak bersejarah bagi FGV dalam memperluas pasar bibit kelapa sawit.

Persyaratan Ketat

Ini juga menandai pertama kalinya perusahaan Malaysia berhasil memasuki pasar Indonesia meski ada persyaratan pemerintah yang ketat. Saat ini FGV mampu memproduksi 30 juta bibit per tahun; pasar ekspornya sekitar 435.000 bibit pada 2015 dan diperkirakan meningkat menjadi 850.000 bibit pada 2017. Lewat MoU ini, FGV menunjuk PT MAS sebagai mitra eksklusif untuk pemasaran dan distribusi bibit kelapa sawit serta produk pertanian lainnya, termasuk layanan konsultasi agronomi dan paket pelatihan.

Dato’ Zakaria menambahkan bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, FGV dan PT MAS akan bekerja sama membangun kebun pembibitan di Indonesia untuk menjamin pasokan jangka panjang. FGV juga diperkirakan akan memperluas program penelitian dan pengembangannya, termasuk memperkenalkan varietas bahan tanam baru serta teknologi terkait. Kemitraan ini menguntungkan FGV karena PT MAS memiliki pengalaman di sektor kelapa sawit serta jaringan pemasaran yang luas di seluruh Indonesia. FGV terus berupaya memperluas operasinya di Indonesia, dan MoU hari ini merupakan salah satu inisiatif bisnis yang berhasil dilaksanakan untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *