Kepergian Lee Kuan Yew: Pemerintah Hadapi Dilema Diplomatik
Pemerintah dan rakyat berduka atas wafatnya Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura, pada Senin, 23 Maret 2015. Mereka menyampaikan penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam.
Peristiwa global, konflik antarnegara dan diplomasi luar negeri
Pemerintah dan rakyat berduka atas wafatnya Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura, pada Senin, 23 Maret 2015. Mereka menyampaikan penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam.
Pada tanggal 26 Maret 2015, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Balai Agung Rakyat. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin meninjau keberhasilan hubungan bilateral, merumuskan arah kerja sama, dan sepakat melanjutkan warisan persahabatan 65 tahun. Mereka berkomitmen memperkuat kemitraan strategis komprehensif era baru untuk mendukung perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional serta global.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia menulis surat terbuka meminta pemerintah membatalkan undangan Presiden Sudan Omer Hassan al-Bashir. Organisasi-organisasi itu menuntut pemerintah menangkap Bashir segera setelah ia tiba jika undangan tidak pemerintah batalkan.
Walaupun telah berlangsung hampir lima dekade silam, peristiwa konfrontasi tetap menempati posisi khusus dalam memori kolektif bangsa Singapura. Pertanyaannya, apa yang membuat momen sejarah ini tetap relevan bagi Singapura di masa kini?
Terorisme di kawasan Asia Tenggara sudah berlangsung sebelum Amerika Serikat melancarkan perang terhadap teror pasca peristiwa 9/11. Sejak 2001, kelompok teroris di Indonesia dan Filipina menjadi ancaman serius bagi keamanan domestik kedua negara dan risiko bagi AS. Amerika Serikat memberikan dukungan signifikan, langsung dan tidak langsung, terhadap upaya kontraterorisme di kedua negara, namun efektivitasnya beragam.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Australia, dan Selandia Baru menggelar parade di Labuan untuk menandai penarikan pasukan dan menutup konfrontasi. Sejarawan diplomatik berpengalaman dapat memberi perspektif tambahan tentang peristiwa tersebut. Pandangan Peter Jennings, Peter McCawley, dan Greta Nabbs-Keller relevan untuk memahami penanganan ketegangan Indonesia-Australia. Periode 1963 hingga 1966 menjadi sorotan karena kedua negara terlibat konflik bersenjata….
Menurut Mike Callaghan, studi PwC memperkirakan Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050, Australia di peringkat 28. Pertanyaannya, bagaimana penyelesaian sengketa diplomatik seperti eksekusi dua warga Australia berlangsung jika Indonesia jauh lebih berkuasa secara global?
Pemerintah merencanakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Filipina pada hari Minggu. Kunjungan itu merupakan kunjungan bilateral perdana ke luar negeri sejak pelantikannya Oktober 2014.
Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Rt Hon Phillip Hammond MP, Indonesia dan Inggris menekankan pentingnya hubungan erat. Mereka mengatakan kedua negara harus bekerja sama di bidang keamanan, perdagangan, dan kebijakan luar negeri.
Australia kian gencar memperkuat kerja sama pariwisata timbal balik dengan Indonesia. Langkah ini strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kolaborasi tersebut juga memperdalam pemahaman lintas budaya.