Presiden Jokowi berusaha memperkuat hubungan bilateral Indonesia yang kian dekat dengan Amerika Serikat. Usai pertemuan Senin dengan Presiden Barack Obama, ia menyatakan Indonesia berniat bergabung dalam perjanjian perdagangan Pasifik. Perjanjian itu mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Presiden Joko Widodo melakukan lawatan perdana ke Amerika Serikat sejak menjabat setahun sebelumnya. Ia bersemangat mendorong masuknya investasi dari Amerika Serikat di tengah pelemahan kondisi ekonomi. Namun, sejumlah perusahaan Amerika menyampaikan keluhan bahwa kebijakan ekonomi proteksionis di Indonesia menjadi hambatan dalam menjalankan bisnis.
“Indonesia memiliki niat untuk menjadi bagian dari TPP,” kata Presiden Jokowi saat berada di Ruang Oval, mengacu pada Kemitraan Trans-Pasifik. Meskipun ia tidak menjelaskan secara rinci, Jokowi menekankan bahwa perekonomian Indonesia bersifat terbuka.
Obama menilai bahwa Jokowi sedang mengarahkan Indonesia menuju kemajuan yang benar.
Pihaknya menyampaikan keinginan untuk membangun kerja sama dengannya.
Indonesia sebelumnya menunjukkan ketertarikan bergabung TPP, namun kini memberi sinyal paling jelas tentang komitmennya. Setelah ratifikasi selesai dan perjanjian berlaku, proses itu kemungkinan memakan waktu beberapa tahun. TPP akan menurunkan tarif dan merampingkan regulasi perdagangan antar negara anggota. Negara-negara anggota secara kolektif menyumbang sekitar 40% Produk Domestik Bruto dunia.
Situasi ini mungkin sulit diterima di Indonesia, karena Presiden Jokowi menghadapi penolakan kuat terhadap kebijakan ekonomi yang lebih terbuka. Berdasarkan laporan Kemudahan Berbisnis dari Bank Dunia tahun 2015, Indonesia menempati posisi ke-172 dari 189 negara dalam aspek penegakan kontrak.
Di forum berbeda pada Senin, Perwakilan Dagang AS Michael Froman menyatakan AS sangat prihatin atas kendala investasi di Indonesia. Ia tidak menyinggung langsung kemungkinan Indonesia bergabung TPP, tetapi mengatakan negara yang memenuhi persyaratan berpeluang bergabung.
Jokowi dan Obama turut mendiskusikan isu perubahan iklim serta upaya melawan terorisme yang dilakukan oleh kelompok seperti ISIS. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yang mayoritas penduduknya menganut paham moderat.
Keamanan Maritim
Obama mengatakan salah satu topik pembahasan adalah kolaborasi keamanan maritim terkait ketegangan di Laut China Selatan. Dalam pernyataan bersama, kedua kepala negara menyerukan semua pihak menghindari langkah yang bisa memperburuk ketegangan.
Indonesia menjaga keseimbangan dalam menjalin hubungan dengan Amerika Serikat dan China, di mana China memiliki peran yang lebih signifikan sebagai mitra dagang dan sumber investasi dibandingkan AS. Meskipun Indonesia tidak termasuk negara yang terlibat langsung dalam sengketa Laut China Selatan, pemerintah tetap waspada terhadap klaim maritim China yang meluas, karena berpotensi memasuki wilayah perairan Kepulauan Natuna yang merupakan bagian dari kedaulatan Indonesia.
Sejak meraih kemenangan dalam pemilu tahun lalu berkat dukungan besar dari masyarakat, Jokowi belum banyak memberi perhatian pada urusan luar negeri. Kunjungan yang ia mulai pada hari Minggu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dengan Presiden Obama, yang memiliki ikatan pribadi dengan Indonesia karena pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di sini.
Meski demikian, berbagai kejadian dalam negeri membayangi aktivitas pemimpin Indonesia, termasuk kebakaran hutan besar yang menyebabkan kabut asap menyebar ke sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Menurut keterangan pejabat, Presiden Jokowi memutuskan untuk memperpendek kunjungannya ke Amerika Serikat demi menangani krisis tersebut, dan telah kembali ke tanah air pada sore kemarin.