Langkah Jokowi Masuk TPP Picu Kekhawatiran bagi Industri Lokal

berhasil mendapatkan komitmen Indonesia

Barack Obama berhasil mendapatkan komitmen Indonesia untuk mendukung perjanjian perdagangan Trans-Pasifik yang kontroversial, dengan Presiden Jokowi menyatakan kesiapannya untuk bergabung.

Di Gedung Putih, Joko Widodo bertemu Presiden AS. Dia membuat pernyataan berani tentang rencana Indonesia bergabung TPP. Pernyataan itu berpotensi memicu kritik dari kelompok nasionalis ekonomi domestik.

“Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbuka dan populasi sekitar 250 juta jiwa, menjadikannya perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara.”

Saat ini terdapat 12 negara yang menjadi anggota Kemitraan Trans-Pasifik, termasuk Australia, Kanada, Jepang, Meksiko, Vietnam dan Amerika Serikat. Kemitraan ini membentuk kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia. Sebagian pihak memandangnya sebagai upaya menyeimbangkan pengaruh ekonomi China yang semakin kuat di kawasan.

Dukungan Jokowi menjadi kemenangan politik bagi Obama. Obama tengah berupaya meloloskan perjanjian ini melalui Kongres yang Partai Republik kuasai, meskipun Partai Demokrat tidak memberi dukungan penuh.

Hillary Clinton, kandidat terkuat pemilu 2016, mengatakan perjanjian itu belum memenuhi standar tinggi untuk melindungi kepentingan AS.

Obama menegaskan bahwa TPP menetapkan standar ketenagakerjaan dan lingkungan paling ketat di antara perjanjian perdagangan AS sebelumnya.

Pernyataan Jokowi juga meningkatkan optimisme bahwa ia akan membantu negaranya mencapai potensi ekonomi secara maksimal.

Obama pernah tinggal di Indonesia hampir lima tahun saat kecil. Ia menyatakan Amerika Serikat membutuhkan hubungan baik dengan Indonesia.

Obama mengatakan ia memiliki keterikatan pribadi dengan Indonesia karena pernah tinggal di sana saat kecil. Ia juga menyebut memiliki kerabat yang berasal dari Indonesia.

Kerja sama ini jelas menguntungkan Amerika Serikat. Indonesia memiliki populasi besar yang menarik bagi pasar dan investasi AS. Indonesia memainkan peran kepemimpinan penting di kawasan Asia Tenggara. Negara ini menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang sejalan dengan kepentingan AS. Sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia dikenal toleran dan moderat. Indonesia memberi kontribusi signifikan pada perdagangan dan pembangunan ekonomi regional.

Kunjungan Perdana

Kunjungan Presiden Jokowi ke Gedung Putih menandai kunjungan perdana seorang kepala negara Indonesia dalam 10 tahun terakhir, dilakukan tepat satu tahun setelah menjabat sebagai presiden, setelah sebelumnya berprofesi sebagai penjual furnitur. Keberhasilannya bertahan hingga saat ini membuktikan bahwa mampu membungkam keraguan para pengamat yang memperkirakan akan gagal di tengah dominasi oligarki dalam politik Indonesia.

Di Oval Office, Obama secara pribadi menyatakan dukungannya dan memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah reformasi ekonomi yang dijalankan oleh rekannya yang juga berusia 54 tahun.

Karakter proteksionis dalam perekonomian Indonesia telah menghadapi berbagai hambatan, termasuk korupsi yang merajalela, penurunan harga komoditas, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Tingkat pengangguran di kalangan pemuda Indonesia melebihi 20%, sementara berbagai upaya untuk menarik investasi terhambat oleh sentimen nasionalisme ekonomi, kepentingan individu serta sistem birokrasi yang rumit dan tidak efisien.

Langkah Presiden Jokowi untuk menarik investasi dari Amerika Serikat mengalami hambatan setelah harus membatalkan kunjungan ke wilayah barat Amerika dan agenda pertemuan dengan para investor serta pimpinan perusahaan teknologi di Silicon Valley, seperti perwakilan dari Google dan Tim Cook dari Apple. Menurut juru bicara Ari Dwipayana, pembatalan tersebut dilakukan karena Presiden memilih untuk turun langsung menangani krisis kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Puluhan ribu titik api akibat praktik tebang dan bakar dalam kegiatan pertanian di hutan Indonesia telah menyebabkan penutupan sekolah dan kantor, serta pembatalan sejumlah penerbangan oleh maskapai.

Visited 9 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *