Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pemerintah terbuka menerima bantuan dari negara mana pun, termasuk Singapura. Bantuan itu dapat membantu pemadaman kebakaran hutan dan mengurangi asap lintas batas.
Wakil Presiden menyatakan pemerintah terbuka menerima bantuan Singapura untuk menangani kebakaran hutan. Ia mengundang Singapura melihat langsung dan membantu jika memang berniat. Ia menegaskan agar Singapura tidak hanya mengkritik tanpa bertindak. Ia menyampaikan pernyataan itu di New York, Amerika Serikat, pada Minggu, 28 September 2015. Pernyataan itu menanggapi protes Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam tentang kabut asap.
Menteri Luar Negeri Shanmugam merujuk pada data Indeks Standar Pencemaran PSI di Singapura. Data itu menunjukkan angka tertinggi sepanjang tahun, mencapai level 341.
Sudah Berusaha Keras
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk memadamkan kebakaran. Namun, ia mengakui bahwa menghentikan kebakaran hutan dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas dan angin kencang memperburuk penyebaran api sehingga menjadi tantangan utama.
Wakil Presiden menyoroti bahwa kebakaran hutan di California, Amerika Serikat, juga merupakan contoh kasus yang menunjukkan betapa sulitnya memadamkan api dalam waktu singkat.
Wakil Presiden menyatakan bahwa semua langkah perlu dan dapat pemerintah ambil untuk mengatasi masalah ini, mengingat dampaknya telah negara lain rasakan. Ia juga menegaskan bahwa jika ada negara yang ingin memberikan bantuan, pemerintah menyambutnya dengan terbuka.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Singapura guna memberikan penjelasan mengenai berbagai langkah yang telah diambil oleh pemerintah.
Retno menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam menangani kebakaran hutan, yang akan disertai dengan langkah-langkah penegakan hukum serta upaya edukasi kepada masyarakat.