Laporan terbaru menyebutkan empat komoditas dari delapan negara bertanggung jawab atas sekitar sepertiga deforestasi global. Komoditas itu meliputi daging sapi, minyak kelapa sawit, kedelai, dan produk kayu termasuk kertas. Bagi yang mengikuti upaya jangka panjang dalam mengatasi kehilangan hutan, temuan ini bukan hal yang mengejutkan. Negara-negara seperti Brasil, Malaysia, Republik Demokratik Kongo, Papua Nugini, Bolivia, Argentina, Paraguay dan Indonesia tercatat sebagai produsen utama komoditas tersebut.
Martin Persson dari Chalmers University menyampaikan arah pergerakan menunjukkan pola jelas. Faktor penyebab deforestasi kini bersifat global dan semakin terdorong oleh kepentingan komersial.
Laporan CGD mengungkap empat komoditas utama dari delapan negara menyebabkan kehilangan 3,9 juta hektare hutan. Kehilangan hutan tersebut setara dengan luas wilayah Swiss dan terjadi hanya pada tahun 2009. Selain itu, deforestasi tersebut menyumbang emisi sekitar 1,7 gigaton karbon dioksida selama tahun yang sama.
Persson menyatakan pola deforestasi berubah dari aktivitas petani kecil dan pasar lokal menjadi pertanian skala besar untuk memenuhi permintaan global.
Dengan kata lain, mayoritas deforestasi yang terjadi sebenarnya muncul oleh tingginya permintaan pasar internasional.
Daging Sapi
Persson menegaskan bahwa mengeluarkan produksi daging sapi Brasil dari perhitungan mengubah hasil deforestasi. Lebih dari separuh deforestasi Brasil terkait langsung dengan permintaan pasar global.
China menjadi pengimpor utama komoditas terkait deforestasi, terutama produk kayu dan minyak kelapa sawit. Uni Eropa menempati posisi kedua dengan impor signifikan minyak kelapa sawit, daging sapi, dan kedelai. Sementara itu, India menempati peringkat ketiga, terutama karena tingginya impor minyak kelapa sawit dari Indonesia.
Amerika Serikat tidak termasuk sebagai pengimpor utama, karena sebagian besar kebutuhan daging sapi dan kedelainya melalui produksi domestik.
Aktivitas deforestasi terkonsentrasi pada industri besar dari beberapa negara. Hal ini mendorong munculnya komitmen nol deforestasi dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan multinasional seperti Cargill, Kellogg, Nestle, dan Disney bertekad memastikan rantai pasok bebas deforestasi. Inisiatif ini masih baru, namun memberikan harapan positif bagi upaya global mengatasi deforestasi.
Persson menjelaskan bahwa dorongan dari organisasi lingkungan serta meningkatnya kesadaran terhadap risiko kerusakan alam telah mendorong perusahaan-perusahaan seperti Unilever dan McDonalds untuk meminta pemasoknya menghentikan ekspansi di kawasan hutan. Saat ini, baik konsumen individu maupun lembaga—publik maupun swasta—memiliki peluang untuk mendukung upaya perlindungan hutan tropis dengan menuntut tanggung jawab dari para pemasok atas dampak lingkungan dari aktivitas produksinya.
Selama periode tahun 2000 hingga 2009, Uni Eropa dan China tercatat sebagai dua pengimpor terbesar karbon dioksida yang dihasilkan dari deforestasi terkait produksi komoditas seperti daging sapi, kedelai, minyak kelapa sawit dan kayu. Penelitian dalam konteks ini berfokus pada tujuh negara—Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, Malaysia, Papua Nugini dan Indonesia—yang merupakan pengekspor utama komoditas penyumbang deforestasi tersebut.