Retak di Balik Keberagaman Etnis Indonesia

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Musisi Brevin Tarigan (tengah) bersama grupnya mementaskan pertunjukan musik tradisional Karo bertajuk "Rakut Sitelu" di Taman Budaya Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/2) malam. Pertunjukan musik tradisional tersebut dalam rangka memperkenalkan budaya seni alat musik suku Karo dalam melestarikan warisan budaya para leluhurnya yang kini jarang ditemui seiring maraknya musik masa kini. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc/16.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan keberagaman budaya dan etnis di Indonesia, yang warganya hidup berdampingan secara harmonis.

Sebagai salah satu negara dengan keberagaman etnis tertinggi di dunia, Indonesia dihuni sekitar 1.300 kelompok etnis, dengan lebih dari 95% merupakan penduduk asli kepulauan. Sisanya berasal dari kelompok migran minoritas seperti China, Arab dan India.

Banyak orang cenderung menyebutkan identitas etnis terlebih dahulu ketika orang asing menanyakan asal-usulnya.

Pertanyaan tersebut menegaskan pentingnya bagi seseorang untuk menyatakan identitas etnisnya. Jawaban yang diberikan juga dapat menjadi petunjuk dalam menentukan cara berinteraksi dengannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun data mengenai kelompok etnis, bahasa daerah dan agama berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010.

Enam kelompok etnis terbesar ini mencakup lebih dari dua pertiga dari total penduduk yang berjumlah sekitar 237 juta jiwa.

1. Jawa

Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar, dengan jumlah lebih dari 95,2 juta jiwa atau sekitar 40% dari total penduduk. Meskipun tersebar di berbagai wilayah, populasi Jawa terutama terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali.

Mayoritas masyarakat Jawa memeluk Islam, meski sebagian lainnya menganut agama Kristen, Buddha dan Hindu. Budaya Jawa juga lekat dengan Kejawen, sistem kepercayaan tradisional bercorak animisme yang berakar dalam sejarah Jawa dan beradaptasi dengan berbagai agama, seperti Islam, Hindu dan Kristen. Di dalamnya terdapat sejumlah subkelompok etnis, antara lain Osing, Tengger, Samin, Bawean atau Boyan, Naga, Nagaring serta komunitas lainnya.

2. Sunda

Berasal dari wilayah Jawa bagian barat, suku Sunda mencakup sekitar 16% atau 36,7 juta jiwa dari total penduduk. Kelompok ini mayoritas beragama Islam dan masih aktif menggunakan bahasa Sunda. Secara tradisional, mereka menetap di Provinsi Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

3. Batak

Kelompok etnis terbesar ketiga adalah Batak dari Sumatra Utara, dengan populasi sekitar 8,5 juta jiwa atau 3,8% dari total penduduk. Etnis ini mencakup berbagai subkelompok, seperti Batak Toba, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing, Pakpak Dairi, Tapanuli dan lainnya, yang memiliki keterkaitan erat, menggunakan bahasa serumpun, serta menjalankan adat istiadat yang serupa.

Sebagai kelompok etnis yang mayoritas memeluk Kristen, suku Batak mulai menjadikan agama Abrahamik ini sebagai bagian dari identitasnya sejak awal abad ke-20. Namun, sejumlah subkelompok seperti Mandailing dan Angkola sebagian besar menganut Islam dan memiliki keterkaitan budaya yang kuat dengan etnis Minangkabau dari Sumatra Barat.

4. Sulawesi

Kelompok etnis Sulawesi menempati urutan keempat terbesar dengan populasi sekitar 7,6 juta jiwa atau 3,2% dari total penduduk. Kelompok ini mencakup 208 etnis, di antaranya Attinggola, Suwawa, Mandar dan Amatoa, di luar etnis Makassar, Bugis, Minahasa dan Gorontalo.

5. Madura

Sekitar 7.179.356 orang Madura, atau sekitar 3,03% dari jumlah penduduk keseluruhan, mengaku sebagai penduduk asli Pulau Madura. Sebagian besar dari mereka memeluk agama Islam dan umumnya tergabung atau memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar. Selain bermukim di Madura, masyarakat Madura juga tersebar di berbagai daerah lain, mengingat dalam kurun waktu sekitar satu abad terakhir banyak penduduk asli Madura yang melakukan migrasi ke wilayah lain.

6. Betawi

Kelompok etnis Betawi merujuk pada masyarakat yang menetap di Batavia, sebutan Jakarta pada masa kolonial Belanda. Jumlah penduduk asli Jakarta diperkirakan mencapai 6,8 juta jiwa atau sekitar 2,9% dari total populasi. Bahasa Betawi, yang merupakan bahasa kreol berlandaskan Melayu dan dipengaruhi oleh kosakata dari bahasa Hokkien Tionghoa, Arab, Portugis, Belanda serta sejumlah bahasa daerah lain, hingga kini masih banyak digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari di Jakarta.

Sebagian besar dari mereka memeluk agama Islam, sedangkan hanya sebagian kecil yang beragama Kristen dan Katolik Roma.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *