Politik Identitas yang Memecah

Minggu ini, pemilih di ibu kota Indonesia mengikuti pemilu yang menyorot identitas gubernur petahana. Gubernur itu adalah seorang Kristen keturunan Tionghoa, di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Exit poll menunjukkan Basuki Tjahaja Purnama memimpin, tetapi ia gagal meraih 50% suara yang dibutuhkan untuk menghindari putaran kedua. Ahok akan berhadapan dengan mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan pada putaran kedua 19 April. Hal ini memengaruhi agenda reformasi Presiden Joko Widodo di tingkat nasional. Pemilihan ini menguji Jokowi karena banyak program Ahok berasal dari inisiatif Jokowi sebelum pencalonannya sebagai presiden 2014. Ahok menjadi pasangan Jokowi pada Pilkada DKI 2012 dan melanjutkan jabatan gubernur ketika pendahulunya terpilih menjadi presiden. Seiring berlanjutnya kerja sama Jokowi-Ahok antara pusat dan daerah, proyek seperti MRT, kereta bandara, dan revitalisasi saluran air berkembang pesat. Meneladani Jokowi, Ahok mendorong reformasi birokrasi dan fiskal, sehingga pemilihan menjadi tolok ukur respons terhadap politik berbasis capaian.

Ini juga mencerminkan peran Islam dalam kancah politik. Pemilihan ini menjadi barometer populisme Islam di negara dengan jumlah muslim terbesar. Kelompok Muslim konservatif merasa terancam oleh meningkatnya keterlibatan non‑Muslim dalam politik, terlihat dari pencalonan Ahok. Non‑Muslim pernah menang dalam pilkada, tetapi itu terjadi di daerah tanpa mayoritas Muslim mutlak. Sekitar 85% penduduk Jakarta beragama Islam, angka yang mirip dengan komposisi nasional. Kemenangan Ahok akan menunjukkan pemilih Muslim perkotaan memilih rasional, mengkhawatirkan kelompok Islamis yang memanfaatkan agama. Kelompok Islamis menyorot pernyataan spontan Ahok, termasuk yang menyinggung Islam, untuk membangun narasi konflik budaya. Kritik Ahok atas penggunaan ayat Al Quran memicu unjuk rasa besar dan memunculkan sidang penodaan agama yang membayangi pemilihan.

Dukungan Massa

Jokowi harus bersikap sangat hati‑hati karena ia membutuhkan dukungan massa untuk pemilu 2019; ia membiarkan proses hukum berjalan sambil merajut hubungan dengan tokoh‑tokoh muslim secara diam‑diam. Politisi penentang reformasi, terutama dari kalangan muslim, bergabung dalam gerakan anti‑Ahok. Kelompok Islamic State memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pengaruhnya. Keriuhan pemberitaan tak terhindarkan; pemilihan ini menggabungkan unsur agama, etnis, politisi aktif di Twitter, Islamic State, berita palsu, kasus hukum dan skandal seks. Tokoh Islamis terkemuka yang menentang Ahok diduga mengirim pesan bernuansa seksual kepada muridnya. Di Twitter, jumlah cuitan dari Jakarta melebihi kota lain. Ratusan daerah lain juga menggelar pemilihan pada 15 Februari, tetapi tidak ada yang dramanya menyaingi Jakarta. Pemilu ini juga menyedot perhatian pemerintah pusat di bawah Jokowi. Meski konsolidasi politik 2016 memperkuat kapasitas presiden dalam merumuskan kebijakan, politisi dan pejabat teralihkan oleh kontroversi Ahok sehingga agenda reformasi dan pembahasan RUU terabaikan.

Bagi politisi—terutama mereka yang kerap memanfaatkan nasionalisme dan populisme untuk menutupi kepentingan pribadi atau kelompok—pemilu ini menjadi momen penting untuk mengukur dan memanfaatkan kekuatan opini publik. Ahok akan menghadapi mantan Menteri Pendidikan Anies pada putaran kedua April; pertarungan ini mempertemukan dua tokoh kontras—seorang petahana yang blak‑blakan dan produktif melawan seorang akademisi santun yang memanfaatkan identitas muslimnya sebagai modal politik. Namun, pemilih muslim yang tak terkesan oleh jawaban bernuansa akademis dan program Anies yang kurang jelas kemungkinan besar akan memilih Ahok. Anies harus berjuang keras karena ia menyimpan sentimen pribadi terhadap Jokowi, yang memecatnya dari kabinet pada Juli lalu karena masalah personal meskipun kinerjanya relatif baik. Jokowi tidak akan membela sekutunya jika pernyataan Ahok memicu gelombang populisme muslim atau meyakinkan hakim bahwa Ahok melakukan penistaan agama. Intinya, jika Ahok kembali mengeluarkan pernyataan yang menyinggung umat Islam, ia diperkirakan akan kalah.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *