Pemerintah berjanji mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rabu. Namun ia tidak menjelaskan rinci langkah pelaksanaannya.
Indonesia memiliki salah satu hutan tropis terluas dan produsen minyak sawit terbesar dunia. Pengamat memperkirakan Indonesia akan memainkan peran penting pada konferensi iklim PBB di Paris akhir tahun ini.
Sebelumnya negara ini berkomitmen menurunkan laju pertumbuhan emisi sebesar 26% pada 2020. Seorang penasihat senior pemerintah mengatakan minggu ini bahwa pemerintah akan segera memulai konsultasi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan target tersebut.
Dalam acara kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan pemerintah menargetkan pengurangan pertumbuhan emisi 29% pada 2030, namun belum menetapkan tahun dasar.
Siti mengatakan pemerintah belum menetapkan rincian komitmen baru. Ia mengatakan energi terbarukan seperti panas bumi dan pemindahan proyek dari kawasan hutan akan membantu mengurangi emisi.
Dia mengatakan pemerintah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan upaya konservasi.
Perusakan Hutan
Namun, World Resources Institute AS mengatakan Rabu bahwa kehilangan tutupan pohon meningkat tahun lalu. Kenaikan itu menjadi pukulan bagi upaya menghentikan perusakan hutan hujan setelah penurunan pada 2013.
Sebagai produsen utama pulp, kertas dan batu bara termal, Indonesia termasuk salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar dunia, terutama akibat deforestasi, degradasi lahan gambut dan kebakaran hutan.
Perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini mendapat tekanan internasional untuk menghentikan perusakan lahan gambut dan hutan kaya karbon, yang dibuka untuk ekspansi banyak perusahaan kelapa sawit dan pertambangan.
Sejak menjabat pada Oktober 2014, Presiden Joko Widodo menetapkan target infrastruktur ambisius, termasuk menambah kapasitas pembangkit listrik 35 GW dari 52 GW saat ini dalam lima tahun.
Sebagai eksportir batu bara termal terbesar, sebagian besar kapasitas pembangkit baru diperkirakan akan bergantung pada batu bara. Pekan lalu, Jokowi memicu kemarahan kelompok lingkungan setelah meresmikan pembangunan pembangkit batu bara terbesar di Asia Tenggara di Jawa Tengah.
Akhir tahun lalu pemerintah menetapkan target menggandakan kapasitas panas bumi dan memperkenalkan reformasi lahan serta regulasi untuk menjadikan negara ini produsen listrik terbesar dunia dari energi terbarukan tersebut.