Sulit membayangkan dunia tanpa plastik. Sejak bahan ini muncul, banyak hal menjadi lebih praktis. Saat lapar, kita tinggal singgah di supermarket atau restoran dan membawa pulang makanan dalam kantong plastik. Saat haus, kita bisa membeli minuman kemasan plastik di minimarket terdekat. Kantong dan produk plastik kini melekat erat pada gaya hidup modern.
Biasanya kita memakai kantong plastik untuk memindahkan berbagai barang antar tempat. Selain memudahkan membawa, kantong plastik juga melindungi isi dari kotoran atau kontaminan lingkungan. Kebutuhan terbesar adalah untuk makanan, bahan pokok dan keperluan sehari-hari lainnya. Pengecer sering memberikan kantong plastik secara cuma-cuma.
Banyak orang memakai kantong plastik untuk berbagai keperluan, dari belanja hingga menyimpan pakaian kotor.
Selain memberikan kenyamanan, plastik juga membahayakan kesehatan dan lingkungan. Kantong plastik menyumbat saluran air, dan ketika orang membakarnya di tempat sampah jalanan, asapnya menyebabkan penyakit pernapasan. Plastik mencemari perairan dan menempati lahan untuk pembuangan sampah. Jika Anda berjalan di sekitar rumah atau kantor, Anda akan mudah melihat sampah plastik berserakan. Dampaknya meluas ke seluruh dunia — para peneliti menemukan gugusan sampah raksasa di Samudra Pasifik yang sebagian besar terdiri dari plastik, dengan luas diperkirakan antara 700.000 hingga 15 juta kilometer persegi. Beberapa plastik tetap utuh membentuk pulau sampah, sementara yang lain terurai menjadi mikroplastik dan mengapung seperti sup di lautan. Gugusan Sampah Besar Samudra Pasifik adalah masalah dunia, namun Indonesia harus bertindak lebih keras karena menjadi penyumbang polusi laut terbesar kedua setelah China.
Pada Februari 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan program percontohan di beberapa kota untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Di supermarket dan minimarket tertentu, kantong plastik tidak lagi gratis; pelanggan dikenai biaya Rp200 per kantong.
Kebijakan Efektif
Apakah kebijakan ini efektif? Dalam tiga bulan, pemerintah melaporkan penurunan penggunaan kantong plastik yang signifikan. Tingkat pengurangan berbeda antar kota, berkisar antara 25 hingga 80%, namun banyak kota menarik diri dari program karena kebijakan daerah. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan lebih mendukung penggunaan kantong yang mudah terurai oleh pengecer daripada mengenakan biaya kepada pelanggan.
Sayangnya bagi gubernur, kantong plastik hampir tak pernah terurai sepenuhnya, termasuk yang disebut biodegradable. Penelitian Scripps Institution of Oceanography AS menemukan 5–10% ikan di Great Pacific Garbage Patch mengandung fragmen plastik kecil. Karena itu, kantong biodegradable kurang efektif dan harganya lebih mahal. Lalu, apa solusi yang benar-benar efektif?
Pencegahan efektif dengan mengurangi sampah lewat perubahan perilaku. Ada dua pendekatan utama: menaikkan hambatan untuk perilaku lama atau menambah insentif bagi perilaku baru. Contohnya, biaya Rp200 per kantong plastik menciptakan penghalang ekonomi. Bukti menunjukkan kenaikan harga bisa mengurangi konsumsi signifikan; namun hambatan saja tak cukup. Kita juga perlu memberi keuntungan nyata bagi orang yang membawa tas belanja sendiri.
Contoh terbaru adalah kampanye #ayoloveearth dari Tempo Scan, produsen farmasi, konsumen dan kosmetik. Kampanye ini mendorong orang memakai tas belanja Tempo Scan sebagai pengganti kantong plastik. Pengguna tas tersebut mendapat diskon produk Tempo Scan. Selain keuntungan ekonomi, membawa tas ini juga memberi nilai sosial karena dianggap peduli lingkungan. Program pemasaran sosial yang efektif menawarkan manfaat yang benar-benar dihargai oleh target audiens.
Plastik sudah melekat dalam kehidupan modern karena kemudahannya. Namun agar berdampak nyata, pemerintah tak cukup hanya memungut biaya per kantong atau mewajibkan kantong biodegradable. Diperlukan keterlibatan lebih luas pemangku kepentingan dan gerakan komprehensif yang memperkuat manfaat pribadi dan sosial dari perubahan perilaku. Hanya dengan pendekatan ini kita bisa mewujudkan kehidupan fantastis tanpa plastik.