Huawei bekerja sama dengan Hutchison 3 meluncurkan LampSite secara komersial di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peluncuran itu meningkatkan trafik suara dan data Hutchison 3 secara signifikan.
Proyek ini menghadirkan digitalisasi interior dengan menggantikan sistem DAS lama melalui teknologi LampSite yang inovatif. Peluncuran tersebut menempatkan Bandara Jakarta sebagai bandara pertama di kawasan Pasifik Selatan yang mengadopsi teknologi ini.
Bandara Internasional Jakarta termasuk salah satu tersibuk di Pasifik Selatan, dengan hampir 60 juta penumpang per tahun. Sebagai hub internasional, kualitas internet mencerminkan layanan bandara dan kemajuan infrastrukturnya. Pertumbuhan cepat, kepadatan, dan paparan global menuntut infrastruktur yang mudah diskalakan dan futuristik. Dengan LampSite Huawei, bandara kini memiliki infrastruktur modern dan pengalaman pengguna lebih baik.
Solusi Huawei LampSite berbasis kabel Ethernet dengan arsitektur digital end-to-end berhasil memangkas biaya pembangunan infrastruktur secara signifikan; mempercepat waktu konstruksi menjadi sepertiga dari proyek konvensional; dan meningkatkan kapasitas sistem hingga 3–4 kali lipat daripada solusi tradisional.
Indonesia, sebagai negara berkembang dengan kepadatan penduduk tinggi—terutama di Jakarta di mana sebagian besar lalu lintas seluler terjadi di dalam ruangan—membuat solusi Huawei sangat sesuai. Penyedia memasang solusi ini dengan cepat dan mendukung aplikasi penentuan lokasi tiga dimensi presisi, sehingga membuka peluang layanan berbasis lokasi dalam ruangan seperti navigasi, pemasaran presisi, manajemen keuangan, dan layanan pintar lainnya. Dengan pembaruan perangkat lunak, sistem ini siap untuk 4.5G dan mendukung fitur seperti 3CC, D‑MIMO dan 256QAM, serta mampu memberikan pengalaman MBB dalam ruangan dengan kecepatan melebihi 1 Gigabit.
Pasca pemasangan LampSite di Bandara Jakarta, pengalaman pengguna meningkat drastis; kecepatan unduh rata‑rata jaringan nirkabel melonjak lebih dari 16 kali. Dua bulan kemudian, data menunjukkan lonjakan lalu lintas internet hampir 300% dan banyak pengguna beralih dari 2G ke 3G/4G. Kasus ini kembali membuktikan bahwa solusi digital efektif mengurangi kemacetan jaringan, mempercepat migrasi 2G, dan meningkatkan pengalaman pengguna.