Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai alat utama untuk mempercepat penyelesaian berbagai tantangan nasional. Ia menambahkan bahwa teknologi memungkinkan pemerintah menerima umpan balik langsung dari masyarakat dan merespons masalah dengan lebih cepat serta tepat. Prabowo meminta agar tidak hanya mengutamakan saran profesor saat menutup seminar KSTI 2026 di JICC. Ia mengatakan akan menindaklanjuti semua masukan, termasuk dari anak desa yang menghubunginya lewat TikTok.
Ia menyatakan bahwa kita harus menghadapi tantangan, berani mengakuinya, dan terus bekerja mencari solusinya. Kepala negara menambahkan bahwa teknologi menciptakan saluran komunikasi sangat efektif antara masyarakat dan pemerintah. Ia mencatat bahwa pemerintah kini menerima laporan warga, termasuk dari daerah terpencil, secara instan melalui platform digital. Ia mengatakan teknologi memungkinkan warga desa seperti di Nias mengirim informasi langsung ke pemerintah, sehingga pemerintah dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.
Prabowo mengingatkan agar kemajuan teknologi yang cepat kita tangani secara hati‑hati, karena ia menyoroti sisi negatifnya dan potensi kerusakan besar bila kita salahgunakan. Ia mengingatkan bahwa teknologi tak selalu menjamin manfaat bagi umat manusia; tenaga nuklir ia sebut sebagai contohnya. Di satu sisi, teknologi nuklir sangat bermanfaat—menyediakan energi murah dan relatif bersih serta aplikasi di bidang kedokteran dan pertanian—tetapi di sisi lain, senjata nuklir berpotensi memusnahkan peradaban manusia.
Ia menekankan bahwa kemajuan kecerdasan buatan, termasuk munculnya agen AI otonom, menghadirkan tantangan baru yang perlu kita kaji secara serius. Oleh karena itu, ia mendorong para akademisi dan profesor untuk terus meneliti perubahan teknologi tersebut secara mendalam. Manusia menciptakan sesuatu yang melampaui dirinya; mesin kini mengalahkan juara catur dan menghasilkan karya luar biasa—inilah yang harus ditelaah para profesor dan cendekiawan.