Pujian Berlebihan: Pencegahan Karhutla Diragukan

Presiden Joko Widodo memuji

Presiden Joko Widodo memuji upaya pemerintah yang berhasil mencegah kebakaran hutan tahun ini. Kebakaran tahun lalu menyebabkan kabut asap meluas di seluruh Asia Tenggara.

Dari kantornya pada Jumat, ia menyatakan laporan yang dia terima sangat baik, dengan titik panas turun 74% daripada tahun sebelumnya.

Setiap tahun, lahan gambut luas di Sumatra dan Kalimantan masyarakat buka dengan pembakaran ilegal untuk mereka jadikan perkebunan kelapa sawit dan industri kertas.

Kebakaran tahun lalu menewaskan sedikitnya 19 orang dan membuat lebih dari 500.000 penduduk di enam provinsi menderita infeksi saluran pernapasan akut.

Kobaran api yang memuntahkan asap tebal membentuk selimut kabut yang meluas hingga Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand dan Filipina selatan.

Pada Maret, seorang menteri menyatakan pemerintah telah memulai langkah awal sebagai persiapan menghadapi musim kemarau.

Walau ancaman kebakaran hutan menurun, Jokowi menegaskan pada Jumat bahwa kewaspadaan tetap kita perlukan karena 217 titik api terdeteksi di tiga provinsi.

Ia menegaskan Agustus hingga Oktober sebagai periode kritis, karena puncak musim kemarau terjadi pada September.

Ia memerintahkan kementerian, pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah mencegah penyebaran kebakaran hutan.

Ia menambahkan bahwa akan ada penghargaan dan sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

Menyampaikan Apresiasi

Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkolaborasi dalam upaya pencegahan bencana.

Ia mengatakan beberapa provinsi melibatkan masyarakat dalam patroli bersama, sebuah langkah yang sangat positif.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa hingga Januari satelit mencatat 10.174 titik api, turun dari 129.813 pada periode yang sama tahun lalu.

Ia menyatakan bahwa hingga kini indeks polusi udara standar di Sumatra dan Kalimantan berada pada tingkat sedang hingga baik, dengan jarak pandang normal sehingga tidak ada penutupan sekolah atau penerbangan akibat asap.

Kabut asap tahun lalu menyebabkan penundaan kegiatan belajar, gangguan aktivitas kerja serta pembatalan atau penundaan penerbangan di beberapa wilayah.

Pihak berwenang mengerahkan puluhan pesawat dan ribuan petugas untuk memadamkan kebakaran, termasuk pesawat dari Singapura, Malaysia, Rusia, dan Australia.

Kebakaran ini menghanguskan lebih dari 2,6 hektare lahan dan menyebabkan kerugian sekitar Rp221 triliun.

Menurut Sutopo, kerusakan tahun ini terbatas berkat upaya pencegahan yang lebih efektif serta hujan yang disebabkan oleh fenomena La Nina.

Saat kebakaran melanda beberapa bulan terakhir, ribuan polisi, tentara dan petugas penyelamat dikerahkan, sementara badan penanggulangan bencana menurunkan puluhan helikopter dan pesawat pengebom air untuk memadamkan api.

Kini lima provinsi yang waspada terhadap kebakaran telah menetapkan status darurat.

Visited 5 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *