Delegasi Timor Leste Tinggalkan Indonesia

Pada Jumat, Perdana Menteri Timor-Leste dan delegasi tingkat tinggi kembali setelah menyelesaikan kunjungan resmi di Indonesia. Delegasi tersebut mencakup sejumlah menteri dari Pemerintahan Konstitusional Keenam. Kunjungan selama tiga hari itu berlangsung positif dan konstruktif. Lawatan ini merupakan kunjungan pertama Dr. Rui Maria de Araujo sejak menjabat pada Februari. Selama kunjungan, Perdana Menteri bertemu secara khusus dengan Presiden Joko Widodo. Keduanya bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Kedua pemimpin menggelar konferensi pers seusai pertemuan tertutup dan pertemuan bilateral. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan dua tema utama yang menjadi fokus pembicaraan.

Pertama, kedua pemimpin membicarakan komitmen Timor-Leste dan Indonesia untuk segera menuntaskan persoalan batas wilayah darat dan laut. Kedua negara telah menyepakati 98% batas darat dan masih harus menyelesaikan persoalan di dua wilayah. Mereka menargetkan penyelesaian kedua wilayah tersebut sebelum akhir tahun. Mengenai batas laut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa kedua negara akan memulai pembahasan dari perairan utara, kemudian melanjutkannya ke perairan selatan. Ia juga meyakini kedua negara dapat segera menuntaskan persoalan batas maritim. Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Araujo menegaskan bahwa Pemerintah Timor-Leste siap memulai perundingan dengan Indonesia. Kedua negara akan menetapkan batas maritim berdasarkan UNCLOS 1982 yang telah mereka ratifikasi. Ia juga telah menginstruksikan tim teknisnya agar mempersiapkan konsultasi terkait batas maritim sebelum akhir tahun. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi menyatakan bahwa tim Indonesia siap berpartisipasi dalam pembahasan tersebut.

Penguatan Kerja Sama

Kedua, para pemimpin membahas penguatan perdagangan, investasi dan perluasan kerja sama bilateral. Presiden Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, meningkatkan investasi di Timor-Leste, serta mendorong pertumbuhan perdagangan antara kedua negara. Perdana Menteri Araujo menyoroti eratnya hubungan bisnis yang tercermin dari tren positif dalam kerja sama perdagangan dan ekonomi. Ia juga menyebutkan bahwa hubungan bilateral terus berkembang di berbagai sektor melalui lebih dari 50 kerangka kerja sama. Selain itu, ia mengapresiasi komitmen Indonesia dalam memperkuat kemitraan di bidang pengembangan kapasitas dan bantuan teknis, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan, perdagangan dan infrastruktur.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani dua Nota Kesepahaman penting guna memperkuat kerja sama di sektor pertanian dan kehutanan. Kedua negara menjalankan pelatihan, penelitian, dan perencanaan untuk mendiversifikasi serta meningkatkan produksi pertanian. Kerja sama tersebut juga mendukung reboisasi dan pelestarian hutan di Timor-Leste. Perdana Menteri Araujo, jajaran menterinya, dan pimpinan DPR membahas kerja sama bilateral serta persoalan perbatasan. Ketua DPR Setya Novanto bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Agus Hermanto mewakili DPR dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan ini, Ketua DPR menggarisbawahi eratnya kerja sama kedua negara di bidang pendidikan dan pertahanan, serta menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk memperkuat kolaborasi di sektor pendidikan.

Keanggotaan ASEAN

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Perdana Menteri Araujo bersama delegasinya turut bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, untuk membahas pengajuan keanggotaan Timor-Leste di ASEAN. Sekretaris Jenderal ASEAN menjelaskan bahwa pengajuan tersebut masih melalui proses internal dan sedang dipertimbangkan secara serius. Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota ASEAN pada prinsipnya telah menyetujui keanggotaan Timor-Leste. Namun, keputusan akhir baru dapat ditetapkan setelah seluruh tahapan evaluasi selesai. Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Timor-Leste dalam mempersiapkan diri menjadi anggota ASEAN. Agio Pereira, Menteri Negara dan Juru Bicara Pemerintah Konstitusional Keenam, menilai kunjungan singkat ini menghasilkan perkembangan yang positif dan konstruktif.

Kunjungan tersebut tidak hanya mempererat persahabatan dengan Indonesia sebagai negara tetangga terdekat, tetapi juga membuka peluang bagi kerja sama yang lebih efektif. Selain agenda utama yang disorot dalam laporan, Perdana Menteri dan para menteri senior Timor-Leste turut menjalani sejumlah pertemuan lain yang dinilai bermanfaat bagi negara dan dapat memperkuat kedudukannya di kawasan. Timor-Leste pun optimistis bahwa hubungan bilateral akan terus berkembang melalui penyelesaian batas laut dan peningkatan kerja sama di berbagai sektor demi kesejahteraan kedua bangsa.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *