ngadmin

Muhammadiyah: Ambisi Global, Tantangan Nasional

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar, secara resmi menggelar Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada pekan ini. Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri, dan duta besar menghadiri acara pembukaan di Lapangan Karebosi pada Senin, 3 Agustus 2015. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Beberapa tahun terakhir pemerintah aktif mendorong pemahaman…

Baca Selengkapnya

Kritik atau Penghinaan: Ancaman Kebebasan Bersuara?

Dalam beberapa hari terakhir media memfokuskan perhatian pada rencana pemerintah menghidupkan kembali undang‑undang yang Mahkamah Konstitusi batalkan pada 2006. Undang‑undang itu mengkriminalkan penghinaan terhadap presiden dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara serta denda. Beberapa legislator dan aktivis HAM mengkritik usulan ini karena mereka khawatir kebebasan berpendapat akan terancam. Mereka juga khawatir langkah itu dapat mengurangi…

Baca Selengkapnya

Represi Baru: Pemerintah Hendak Melarang Penghinaan Presiden

Rabu lalu, legislator dan aktivis HAM Indonesia mengecam usulan mengkriminalkan penghinaan terhadap presiden. Mereka khawatir langkah itu mengancam kebebasan berpendapat di negara demokrasi ketiga terbesar dunia. Rencana itu ingin menghidupkan kembali undang‑undang era Soeharto yang dulu membungkam lawan politik. Pemerintah rezim itu pernah menggunakan undang‑undang tersebut untuk mengancam pengkritik dengan penjara dan denda. Para kritikus…

Baca Selengkapnya

Sepuluh Tahun Damai Aceh: Konflik Internal Mengancam Stabilitas

Pada 15 Desember 2014, menjelang peringatan sepuluh tahun Perjanjian Damai Aceh, Pemerintah Aceh meresmikan ruang peringatan. Ruang itu berada di gedung Kesbangpol Linmas, lembaga yang menangani perlindungan masyarakat dan integrasi politik serta etnis. Ruang menyimpan dokumen dan materi yang merekam konflik Aceh hingga tercapainya perjanjian damai. Tujuannya menjadikan ruang itu museum pembelajaran saat peringatan sepuluh…

Baca Selengkapnya

Freedom Putu Wijaya: Kebangsaan Terjebak Narasi Lama

Sebagai salah satu penulis fiksi terkemuka yang masih aktif, Putu Wijaya menggambarkan semangat kebangsaan melalui cerita pendeknya yang berjudul Freedom. Di sebuah kota kecil, tepat pada hari peringatan kemerdekaan, lahirlah seorang bayi. Sang ayah, yang pernah menjadi seorang revolusioner, menggendong anaknya dengan penuh kebanggaan. “Selamat datang ke dunia, dan selamat datang di tanah air kita,”…

Baca Selengkapnya

Kerja Sama Militer RI-Turki Picu Kekhawatiran Regional

Presiden Joko Widodo mengatakan pada Jumat bahwa Indonesia dan Turki segera mengimplementasikan kerja sama di industri perlengkapan militer. Mereka juga akan bekerja sama dalam pembangunan galangan kapal. Presiden menyatakan pihaknya akan segera merealisasikan kolaborasi perlengkapan militer dan galangan kapal skala kecil. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di…

Baca Selengkapnya

10 Tahun Tanpa Terobosan: Stagnasi di Balik Stabilitas SBY

Beragam perdebatan muncul tentang penilaian masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama satu dekade. Publik juga memperdebatkan dampak jangka panjang kebijakan-kebijakan yang dia tinggalkan. Bukan hal yang mengejutkan jika pandangan mengenai kontribusi pribadi SBY dalam menjaga stabilitas dan mendorong transformasi begitu beragam. Walaupun perbedaan pendapat merupakan hal lumrah dalam menilai kinerja seorang kepala negara, dalam…

Baca Selengkapnya

Transformasi yang Membebani: Dampak Negatif bagi Masyarakat

Melihat perjalanan Indonesia selama lebih dari setengah abad mengungkap perubahan besar yang sering luput dari sorotan utama. Perubahan itu mencakup bidang ekonomi, sosial, dan politik secara mendalam. Narasi tersebut terus dipantau oleh Bulletin of Indonesian Economic Studies atau BIES. Jurnal terbitan Australian National University ini terbit setiap empat bulan sejak edisi perdana Juni 1965. Saat…

Baca Selengkapnya

Proteksionisme dan Ketidakpastian Ekonomi

Sejarah menunjukkan tekanan ekonomi berat sering mendorong pemimpin melakukan reformasi, sehingga masa sulit melahirkan kebijakan positif. Namun, selama setahun terakhir pertumbuhan melambat dan pemerintah justru memperkuat proteksionisme lewat berbagai hambatan non-tarif. Kebijakan ini berpotensi menaikkan harga barang bagi konsumen di tengah penurunan daya beli, serta menurunkan daya saing dan produktivitas perusahaan. Penguatan rupiah, sentimen anti-asing,…

Baca Selengkapnya