Yeni Januarti, 40 tahun, adalah ibu rumah tangga dengan empat anak dan aktif sebagai aktivis komunitas. Dia juga memimpin upaya lokal untuk mencegah dan mengatasi stunting.
Stunting merupakan konsekuensi paling jelas dari kekurangan gizi. Meski ekonominya termasuk terbesar di Asia, negara ini masih mencatat tingkat kekurangan gizi yang sangat tinggi.
Iwan Hasan, ketua proyek IMA, mengatakan banyak orang belum menyadari skala masalah stunting. Lebih dari sepertiga anak di bawah lima tahun mengalami stunting. Nutrisi pada 1.000 hari pertama sejak konsepsi hingga dua tahun menentukan masa depan anak, sehingga edukasi orang tua sangat penting.
IMA World Health melaksanakan Proyek Kampanye Komunikasi Gizi Nasional, program tiga tahun senilai $4,1 juta. Inisiatif Kesehatan dan Gizi Berbasis Komunitas untuk Mengurangi Stunting mencakup proyek ini. Millennium Challenge Account mendanai program ini, dan program ini bermitra dengan pemerintah.
Tujuan utama program ini adalah mengurangi angka stunting dengan langkah-langkah yang komprehensif.
Menggunakan sepeda motor, Yeni menempuh perjalanan selama empat jam ke Landak, kabupaten Kalimantan yang tercatat stunting 32% dan ditunjuk pemerintah sebagai daerah fokus NNCC.
Pengurangan Stunting
Dalam perannya sebagai manajer program, Yeni mewakili inisiatif pengurangan stunting di Landak dan mengadakan pertemuan dengan anggota pemerintah, pemimpin agama, tokoh masyarakat bahkan Bupati.
Para advokat isu seperti stunting menerapkan pendekatan khusus yang krusial dan membutuhkan dukungan di semua tingkatan. Yeni memulai reformasi kebijakan dengan mendekati pengambil keputusan di Bappeda, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama dan Puskesmas. Karena pemerintahan bersifat desentralisasi, kabupaten melaksanakan reformasi meski dipengaruhi kebijakan nasional.
Karena pengaruhnya di komunitas, para pemimpin agama dan tokoh kepercayaan menjadi mitra kunci; Yeni berbicara dengan pemimpin Katolik, Kristen, Konfusius, Islam dan Hindu tentang isu stunting.
Yeni, yang diangkat pejabat Kabupaten Landak sebagai petugas fasilitas dan narasumber, berhasil meyakinkan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk memasukkan pengurangan stunting ke dalam anggaran tahunan dua kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan dan Bupati berperan penting untuk mengamankan pendanaan dan menetapkan prioritas. Dr. Andreanus Asia Sidat membentuk tim yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk menangani stunting. Tim ini bertugas meningkatkan gizi anak di bawah lima tahun, terutama pada 1.000 HPK.
Proyek NNCC IMA tak hanya meningkatkan pemahaman publik, tetapi juga membekali ibu dan komunitas dengan pengetahuan tentang dampak jangka panjang stunting dan cara pencegahannya. Meski prosesnya panjang dan sulit, dukungan dari pemerintah daerah dan figur seperti Yeni menjadikan upaya mengakhiri stunting di Landak mungkin.