Indonesia, yang terbentang di antara Asia dan Australia dengan ribuan pulau, memiliki populasi muslim terbesar di dunia serta menjadi ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Lebih dari 300 bahasa daerah mencerminkan tingginya keragaman etnis di wilayah ini. Masyarakatnya pun beragam, mulai dari kelompok pemburu-pengumpul di pedesaan hingga kalangan elite modern di perkotaan.
Kerajaan-kerajaan maju telah berdiri jauh sebelum kedatangan Belanda, yang kemudian meneguhkan kekuasaannya selama sekitar dua abad dan akhirnya mempersatukan kepulauan tersebut pada awal 1900-an.
Setelah berakhirnya pendudukan Jepang, Soekarno selaku pemimpin gerakan kemerdekaan memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945.
Setelah melalui perjuangan bersenjata, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan pada tahun 1949.
Pertumbuhan Ekonomi
Jenderal Soeharto, yang kemudian memimpin dalam jangka panjang, naik ke tampuk kekuasaan setelah kegagalan kudeta tahun 1965. Ia menjalankan pemerintahan yang bersifat otoriter, sambil memberikan keleluasaan kepada para teknokrat untuk mengelola perekonomian dengan sangat berhasil.
Namun, kebijakan yang memperbolehkan keterlibatan militer di seluruh tingkatan pemerintahan, bahkan hingga desa, justru menimbulkan praktik korupsi. Selain itu, program transmigrasi—yang memindahkan banyak petani tak bertanah dari Jawa ke wilayah lain—memicu ketegangan antar-etnis.
Soeharto lengser dari kekuasaan setelah kerusuhan tahun 1998 dan berhasil menghindari proses pengadilan atas puluhan tahun pemerintahan otoriternya.
Setelah era Soeharto, Indonesia mulai beralih menuju sistem demokrasi. Kekuasaan didesentralisasi dari pemerintah pusat, dan pemilihan presiden secara langsung pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004.
Sejak krisis keuangan Asia tahun 1997, Indonesia telah bangkit kembali dan kini menjadi salah satu negara dengan ekonomi berkembang terkemuka di dunia.
Investor tertarik karena besarnya basis konsumen, melimpahnya sumber daya alam dan stabilitas politik. Namun, minat tersebut kerap terhambat oleh buruknya infrastruktur, maraknya korupsi serta meningkatnya tuntutan terhadap proteksionisme ekonomi.
Para Separatis
Negara ini menghadapi tuntutan pemisahan diri di sejumlah provinsi, yang dipicu oleh keberhasilan Timor Timur memerdekakan diri pada tahun 1999 setelah mengalami pendudukan traumatis selama 25 tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok militan Islam menunjukkan kekuatannya. Sebagian diduga memiliki keterkaitan dengan al-Qaeda, termasuk kelompok yang dianggap bertanggung jawab atas serangan bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, sementara beberapa lainnya belakangan berafiliasi dengan ISIS.
Indonesia, yang berada di dekat pertemuan lempeng tektonik aktif, sangat rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi. Pada akhir 2004, gempa dahsyat di bawah laut memicu gelombang tsunami besar yang menghantam pesisir Sumatra serta wilayah pesisir di Asia Selatan dan Timur. Bencana ini menewaskan atau menyebabkan hilangnya lebih dari 220.000 orang.
Tingginya permintaan terhadap minyak kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya telah memicu laju penggundulan hutan yang signifikan.