Pembatalan Kunjungan Zuma Memalukan Hubungan Diplomatik

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma membatalkan kunjungannya ke Indonesia untuk menangani masalah domestik menyusul serangan terhadap warga asing. Presiden Jacob Zuma akan berangkat ke Indonesia malam ini, 18 April 2015, untuk kunjungan kenegaraan. Ia juga akan menghadiri KTT Asia-Afrika dan peringatan KTT 1955 yang mempererat solidaritas Asia dan Afrika. Acara itu bertujuan mendorong perjuangan pembebasan dan penentuan nasib sendiri. Wakil Presiden Cyril Ramaphosa akan menggantikan Presiden untuk kunjungan ke Indonesia.

Presiden akan memimpin rangkaian penjangkauan pemangku kepentingan di dalam negeri pekan depan. Para menteri dan wakil menteri juga akan bertemu masyarakat serta pemangku kepentingan melalui kegiatan Imbizo dan program serupa menjelang peringatan Hari Kebebasan pada 27 April. Pertemuan-pertemuan ini akan menitikberatkan pada penguatan dukungan untuk perdamaian dan hidup rukun di antara warga yang mencintai kedamaian, sekaligus menampung aspirasi dan kekhawatiran berbagai kelompok masyarakat. Hari ini, 18 April 2015, presiden akan mengunjungi pengungsi warga asing di Chatsworth, Durban, pukul 16.00.

Kantor Presiden akan mengumumkan rincian agenda beliau untuk sisa minggu ini kemudian. Presiden kembali mengecam serangan terhadap warga asing dan mendesak polisi bekerja nonstop untuk melindungi masyarakat serta menuntut pelaku ke pengadilan. Presiden mengapresiasi masyarakat dan media Afrika Selatan yang, lewat berbagai kampanye, menolak xenofobia dan serangan terhadap warga asing di berbagai daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas internasional, termasuk Uni Afrika dan PBB, atas dukungan mereka selama masa sulit negara itu.

“Kami menegaskan kembali bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terhadap warga asing. Tindakan-tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang kami pegang. Mayoritas rakyat Afrika Selatan menginginkan perdamaian dan hubungan baik dengan sesama di benua ini. Pekan depan kami akan melibatkan para pemimpin dan pemangku kepentingan karena diperlukan kerja sama untuk mengembalikan situasi normal. Dengan bersatu, kita mampu mengatasi tantangan ini.”

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *