Lawatan Raja Arab Saudi ke Asia Dibayangi Kepentingan Ekonomi

Malaysia dan Arab Saudi sepakat mempererat kerja sama pertahanan serta meningkatkan upaya pemberantasan terorisme pada Rabu. Pernyataan bersama setelah kunjungan Raja Salman menyebutkan kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama militer melalui pelatihan dan latihan bersama. Kedua negara menyetujui penguatan koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi ekstremisme sekaligus menolak segala bentuk sektarianisme. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kedua pihak sepakat untuk tidak mengaitkan terorisme dengan ras, warna kulit maupun agama tertentu. Kunjungan sang raja menghasilkan kerja sama antara perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco dan perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas. Saudi Aramco berkomitmen menginvestasikan $7 miliar dalam proyek kilang terpadu di Malaysia selatan. Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen bekerja sama memberantas radikalisme serta meningkatkan kemitraan dalam sektor investasi, perdagangan dan perikanan.

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor pada Rabu. Jokowi menyatakan bahwa Arab Saudi termasuk mitra paling penting bagi Indonesia di kawasan Timur Tengah. Presiden ingin Indonesia berperan sebagai mitra strategis untuk mendukung Visi 2030 Arab Saudi dengan mempererat kerja sama ekonomi. Presiden Jokowi dan Raja Salman menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama. Kesepakatan tersebut mencakup pemberantasan kejahatan, perdagangan, investasi, perikanan, riset, teknologi, pendidikan, kebudayaan, dan kesehatan. Jepang dan Arab Saudi menyepakati rencana Visi Saudi-Jepang 2030 pada Senin. Kesepakatan itu bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Rencana itu diumumkan setelah pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Raja Salman sedang berkunjung ke Jepang.

Kemitraan Strategis

Pada awal KTT, raja berusia 81 tahun itu meyakini rencana tersebut akan mempererat kemitraan strategis kedua negara. Sementara itu, Abe berharap Jepang berani memperkuat hubungan dengan Arab Saudi. Negara tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas Timur Tengah. Salah satu bagian dari rencana tersebut adalah pembentukan kawasan ekonomi khusus di Arab Saudi guna menarik investasi dari Jepang melalui pelonggaran regulasi dan penyederhanaan proses kepabeanan. Berdasarkan rencana tersebut, kedua negara juga akan mendorong perundingan mengenai pencatatan saham Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, di Bursa Efek Tokyo sebagai bagian dari upaya privatisasi sebagian perusahaan. Untuk mengurangi ketergantungan ekonominya pada sektor minyak, Arab Saudi pada tahun sebelumnya meluncurkan strategi pertumbuhan Saudi Vision 2030, yang salah satu agendanya adalah privatisasi sejumlah badan usaha milik negara.

Sementara itu, Jepang berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Arab Saudi, yang merupakan pemasok minyak mentah terbesar bagi negara ini. Rencana tersebut juga memuat berbagai inisiatif kerja sama, antara lain peningkatan upaya untuk mewujudkan proyek desalinasi air laut serta penguatan kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan di Arab Saudi. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama rombongannya tiba di Jepang pada Minggu malam untuk menjalani kunjungan selama empat hari. Lawatan tersebut menjadi kunjungan pertama raja Arab Saudi ke Jepang dalam 46 tahun terakhir. Atas undangan Presiden China Xi Jinping, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dijadwalkan melaksanakan kunjungan kenegaraan ke China pada 15 sampai 18 Maret.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *