Serangan Paris: Risiko Diplomatik

Presiden Joko Widodo bergabung

Presiden Joko Widodo bergabung dengan pemimpin dunia mengecam aksi teror mematikan di Paris, Prancis. Tiga pelaku menyandera lebih dari seratus orang lalu menewaskan lebih dari 150 korban tak bersalah.

Di Bandara Halim Perdanakusuma Sabtu pagi, sebelum berangkat ke Turki untuk KTT G20, Presiden Joko Widodo memberi pernyataan kepada media. Ia menegaskan kecaman keras terhadap aksi teror dan kekerasan yang terjadi di Paris.

Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban aksi teror dan kekerasan di Paris. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Prancis.

Pada Jumat malam, serangkaian serangan hampir bersamaan mengguncang berbagai lokasi hiburan di sekitar Paris. Serangan itu menewaskan sedikitnya 150 orang, sementara pelaku menahan sejumlah sandera di sebuah gedung konser.

Dua ledakan mengguncang area sekitar Stadion Nasional Stade de France saat laga persahabatan Prancis lawan Jerman berlangsung. Presiden Francois Hollande menyaksikan pertandingan itu.

Usai serangan tersebut, Presiden Hollande menetapkan status darurat dan memerintahkan penutupan perbatasan Prancis.

Petugas mengevakuasi Hollande dari stadion setelah ledakan bom terjadi di luar. Dalam pidato televisi, ia menyatakan rakyat akan tetap kuat dan bersatu.

Jokowi menyampaikan pernyataan belasungkawa sebelum berangkat ke Turki. Dalam pernyataan itu, presiden menegaskan penolakan terhadap terorisme. Terorisme, kata Jokowi, tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun. Ia menegaskan pula bahwa alasan apa pun tidak membenarkan tindakan teror.

Presiden menegaskan pemerintah dan rakyat Indonesia mengecam keras aksi kekerasan di Paris. Ia menyebut tindakan itu sebagai kebrutalan yang tidak dapat ditoleransi. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menanggapi ancaman terorisme.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kolaborasi internasional dalam upaya melawan terorisme.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Para pemimpin dunia mengecam aksi teror di Paris dengan tegas. Berbagai kota di dunia memperketat keamanan sebagai respons terhadap pembunuhan tersebut.

Memerangi Terorisme

Presiden Jokowi, sebelum berangkat ke Turki, menyampaikan kepada para jurnalis bahwa Indonesia mendorong komunitas internasional untuk bersama-sama memerangi terorisme.

Selain Presiden Jokowi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut tragedi itu menewaskan sedikitnya 150 orang. Obama menyebut serangan itu sebagai serangan terhadap seluruh umat manusia.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Obama menegaskan serangan ini tidak hanya ditujukan kepada rakyat Prancis. Ia mengatakan serangan itu juga menyerang seluruh umat manusia dan nilai-nilai universal.

Obama menegaskan akan melakukan segala upaya untuk bekerja sama dengan rakyat Prancis. Dia juga menyatakan akan bekerja sama dengan negara-negara lain di dunia. Tujuannya membawa para teroris ke pengadilan. Obama berjanji memburu setiap jaringan teroris yang mengancam rakyatnya.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengungkapkan rasa terkejutnya atas serangan itu melalui sebuah unggahan di Facebook pada hari Sabtu, dan menekankan bahwa peristiwa tersebut menjadikan pembahasan mengenai terorisme dalam pertemuan G-20 semakin relevan serta mendesak.

Perdana Menteri India Narendra Modi, menyampaikan rasa belasungkawa lewat Twitter, sedangkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, menuliskan bahwa dirinya terkejut atas peristiwa di Paris, namun menegaskan pentingnya tetap bersatu dan tidak gentar dalam menghadapi terorisme.

Menurut laporan kantor berita resmi Xinhua, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan belasungkawa kepada Presiden Prancis Francois Hollande sekaligus mengecam keras serangan tersebut.

Dalam pesan singkat pada hari Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa hingga kini belum terdapat informasi mengenai warga negara yang menjadi korban dalam serangan mematikan di Paris.

Arrmanatha menyampaikan bahwa hingga kini KBRI Paris belum memperoleh informasi, namun terus menjalin koordinasi dengan aparat keamanan dan rumah sakit setempat untuk memastikan apakah ada WNI yang menjadi korban.

Di sisi lain, Polri telah berusaha seoptimal mungkin menelusuri potensi keterkaitan antara kelompok bersenjata yang terlibat dalam insiden di Paris dengan jaringan teroris di Indonesia.

Jaringan Teroris

Kapolri Badrodin Haiti pada hari Sabtu menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi untuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan teroris di Indonesia.

Di sisi lain, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menyatakan kecaman keras terhadap serangan yang menargetkan warga sipil di Paris.

Din menegaskan dalam Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian dan Koeksistensi: Elemen Krusial Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di gedung DPR pada hari Sabtu, bahwa serangan mematikan yang merenggut nyawa orang tak bersalah tidak dapat dibenarkan, apa pun motifnya, baik agama, politik maupun sosial.

Ia mengaku terkejut mendengar kabar mengenai serangan bersenjata dan ledakan bom yang menewaskan sedikitnya 150 orang di Paris, namun menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai motif di balik peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, “Kita perlu menunggu hasil investigasi dari pemerintah Prancis,” sambil menekankan bahwa tragedi kemanusiaan di Paris seharusnya menjadi sorotan masyarakat internasional dalam upaya melawan kekerasan dan terorisme.

ABC News melaporkan bahwa Vatikan turut mengecam serangan teror di Paris dengan kecaman yang sangat keras.

Dalam pernyataannya pada Sabtu dini hari, Pendeta Federico Lombardi menegaskan bahwa tindakan kekerasan ini adalah serangan terhadap perdamaian yang menyangkut seluruh umat manusia.

Ia menekankan bahwa situasi ini membutuhkan respons yang kuat dan penuh dukungan dari semua pihak dalam menghadapi penyebaran kebencian mematikan dalam berbagai bentuk.

Lombardi menyampaikan bahwa Vatikan mendoakan para korban, yang terluka, serta seluruh rakyat Prancis.

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *