Pemerintah berupaya mengembalikan kondisi normal di wilayah terdampak setelah banjir dan tanah longsor besar di Asia. Bencana itu telah menewaskan lebih dari 1.600 orang hingga Jumat. PBB melaporkan bahwa ratusan orang masih hilang.
Banjir, longsor, badai, dan siklon luar biasa menyebabkan kerusakan luas di Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Thailand. Pihak berwenang masih berupaya menjangkau komunitas terisolasi karena jalan terputus dan infrastruktur rusak.
PBB mengerahkan timnya ke seluruh wilayah terdampak untuk mendukung operasi darurat pemerintah. Tim PBB menyediakan bantuan pangan, layanan kesehatan, dan dukungan air serta sanitasi. Mereka juga mengerahkan tenaga medis dan melakukan penilaian awal untuk pemulihan.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan di New York pada Kamis bahwa mereka terus memantau perkembangan secara cermat. Ia menambahkan PBB menjaga komunikasi erat dengan otoritas nasional dan siap mendukung semua upaya yang berjalan.
Saat mengunjungi Sumatra yang terdampak banjir pada Kamis, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan pemerintah mempercepat pengiriman bantuan. Ia juga mengatakan pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur penting, kata kantor berita Antara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan banjir dan longsor di Sumatra menewaskan 867 orang. Pihak berwenang melaporkan 521 orang masih hilang. Pihak berwenang melaporkan sekitar 4.200 orang terluka.
Banjir & Longsor
Banjir dan longsor hebat telah berdampak pada lebih dari 3,2 juta orang, dan pihak berwenang memindahkan lebih dari satu juta pengungsi ke lokasi aman di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Instansi ini menyatakan bahwa mereka mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan dan menjangkau komunitas terpencil guna mengantarkan bantuan vital.
Pada Kamis, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan pemerintah memperkuat upaya pemulihan pemukiman terdampak bencana karena ratusan bangunan masih rusak.
Tentara turut menempatkan unit komunikasi satelit Starlink untuk membantu pemulihan koneksi di sejumlah daerah terdampak banjir di Sumatra Barat.
Pada hari Rabu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kemungkinan pencabutan izin terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan orang pekan lalu.
Di Sri Lanka, Pusat Manajemen Bencana melaporkan pada Jumat bahwa korban tewas akibat Topan Ditwah naik menjadi 607 orang, sementara 214 orang masih dinyatakan hilang sejak badai melanda pada 17 November.
Laporan PBB menyatakan korban meninggal di selatan Thailand minimal 185, 367 orang masih hilang; di India dilaporkan 4 korban tewas dan di Malaysia 3 orang tewas akibat kondisi cuaca buruk.