Harapan, satu-satunya badak Sumatra yang tersisa di belahan Barat, kini telah kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan keluarganya. Setelah menempuh perjalanan sejauh 15.000 km selama 53 jam dari Kebun Binatang dan Kebun Raya Cincinnati, Harapan tiba. Harapan, atau Harry, keluar tenang dari kandangnya menuju rumah baru di Suaka Badak Sumatra. Ia berjalan sambil mencari camilan khas lokal.
Harry berangkat dari Cincinnati pada Jumat, 30 Oktober 2015. Ia singgah di Columbus, Chicago, Anchorage, Hong Kong, dan Jakarta selama perjalanan. Tim pengangkut memindahkan Harry dengan truk dan feri ke Sumatra, dan ia tiba pada 1 November 2015. Seorang videografer Kebun Binatang Cincinnati mendokumentasikan perjalanan bersejarah itu, termasuk momen ketika Harry keluar dari kandangnya.
Harry kini bergabung dengan kakaknya Andalas, lahir di Kebun Binatang Cincinnati tahun 2001. Ia juga bergabung dengan keponakannya Andatu, lahir di suaka margasatwa tahun 2012. Pada 2007 pihak pengelola memindahkan Andalas ke SRS dan mengawinkannya dengan Ratu, betina berusia 12 tahun, sehingga Ratu melahirkan Andatu. Kini Ratu mengandung anak kedua yang akan lahir pada Mei 2016.
Hutan Hujan
SRS adalah kawasan hutan hujan seluas 250 hektare di tengah Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Suaka itu kini menjadi habitat bagi Harry, Andalas, Andatu, serta tiga badak betina. Tim pengelola menjalankan program penelitian dan pengembangbiakan intensif untuk meningkatkan populasi badak Sumatra. Para badak hidup di area hutan terbuka luas sambil menerima perawatan dan nutrisi terbaik.
Setelah menjalani karantina wajib selama dua minggu, Harapan yang berusia delapan tahun akan mulai menjelajahi area hutan di suaka margasatwa dan memulai perannya dalam program perkembangbiakan untuk menyelamatkan spesiesnya yang terancam punah. Tim berharap Harapan akan menjadi ayah bagi anak salah satu dari tiga badak betina di SRS setelah beradaptasi.
Suaka ini, yang didanai oleh IRF dan dijalankan melalui kemitraan dengan Yayasan Badak Indonesia, telah sibuk mempersiapkan kedatangan Harapan, termasuk merenovasi sebagian fasilitas untuk menampung badak baru tersebut. Anda dapat mendukung SRS dengan mengadopsi Harapan atau salah satu badak lainnya, atau memberikan donasi untuk membantu biaya renovasi yang saat ini mencapai sekitar $18.000.
Jumlah badak Sumatra liar di dunia kini diperkirakan kurang dari 100 ekor, dan spesies ini hanya hidup di Indonesia. Populasi yang tersisa tersebar di tiga kawasan hutan hujan utama di Sumatra yang terfragmentasi, sehingga menyulitkannya untuk saling bertemu dan berkembang biak. Di Malaysia, badak Sumatra baru-baru ini dinyatakan punah di alam liar, menjadi pukulan besar bagi spesies yang sudah dianggap sebagai mamalia besar paling terancam punah di dunia. Program Langkah Harapan mencerminkan pentingnya kerja sama dan koordinasi internasional untuk menyelamatkan spesies yang berada di ambang kepunahan ini.