Harapan Badak Sumatera Terancam

Pihak berwenang memindahkan badak

Pihak berwenang memindahkan badak Sumatra bernama Harapan (Harry) ke Suaka Badak Sumatra (SRS) awal bulan ini. Ia kini menempati habitat baru di Indonesia. Harapan akan bergabung dengan lima badak Sumatra lainnya dan mendukung program pengembangbiakan masa depan.

Harapan, badak Sumatra berusia delapan tahun, adalah individu terakhir spesies ini yang berada di luar Asia Tenggara. Kebun Binatang dan Kebun Raya Cincinnati memindahkan Harapan ke habitat barunya di Indonesia.

Pada Jumat, 30 Oktober 2015, Harapan berangkat dari Cincinnati. Ia transit di Columbus, Chicago, Anchorage, Hong Kong, dan Jakarta. Petugas mengangkut Harapan dengan truk dan feri ke Sumatra pada 1 November 2015. Usai menempuh perjalanan sejauh 15.000 kilometer selama 53 jam, Harapan keluar dari kandangnya dengan tenang.

Kolaborasi Internasional

Langkah ini menjadi bentuk kolaborasi internasional yang luar biasa dalam upaya melindungi spesies tersebut, dengan menggabungkan keahlian Indonesia dan Amerika Serikat untuk mendorong peningkatan populasinya. SRS merupakan kawasan hutan hujan seluas 250 hektare yang berada di jantung Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Tim peneliti dan konservasionis mengelola program riset dan pengembangbiakan intensif di sana untuk memperbesar jumlah badak Sumatra. Hidup di area hutan terbuka yang luas sehingga tetap dapat merasakan lingkungan alaminya, sekaligus memperoleh perawatan serta nutrisi modern yang menunjang kesehatannya.

Setelah menjalani karantina wajib dua minggu, pihak berwenang akan mengizinkan Harapan memasuki kawasan hutan suaka margasatwa untuk memulai proses perkawinan. Setelah beradaptasi, tim konservasi berharap Harapan dapat menghasilkan keturunan dengan salah satu dari tiga betina di SRS.

Harapan akan bergabung dengan saudaranya, Andalas, yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati pada tahun 2001, serta anak jantan Andalas, Andatu, yang lahir pada tahun 2012. Di suaka margasatwa juga terdapat tiga badak betina, yaitu Rosa, Ratu dan Bina. Saat ini, Ratu bersama Andalas tengah menantikan kelahiran anak keduanya yang diperkirakan lahir pada bulan Mei 2016. Setiap kelahiran badak Sumatra menjadi pencapaian penting dalam upaya memulihkan populasi spesies ini.

Populasi badak Sumatra saat ini berada dalam kondisi sangat genting, dengan perkiraan jumlah kurang dari 100 ekor yang masih bertahan di alam liar. Di Malaysia, spesies ini telah dinyatakan punah, sehingga tanggung jawab utama untuk menjaga kelangsungan hidupnya kini berada di Indonesia. Kehadiran Harapan di suaka margasatwa serta kehamilan Ratu menjadi titik terang baru bagi masa depan pelestarian badak Sumatra.

Visited 3 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *