ERIA dan DEN Perkuat Kebijakan Ekonomi Berbasis Bukti

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menghadiri penandatanganan MoU resmi antara ERIA dan DEN. Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, turut menghadiri acara ini. Presiden Prabowo Subianto membentuk DEN sebagai badan penasihat utama pemerintah di bidang ekonomi. Penandatanganan MoU ini membuka babak baru kerja sama antara ERIA dan DEN. Melalui kerja sama tersebut, ERIA dan DEN mendukung prioritas strategis Indonesia dalam hilirisasi industri dan transformasi teknologi. Kerja sama ini juga memperkuat ketahanan pangan, energi, dan daya saing nasional. Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Watanabe menyampaikan penghargaan ERIA atas kepercayaan dan kemitraan DEN.

Ia menegaskan kembali komitmen ERIA untuk mendukung prioritas pembangunan nasional Indonesia melalui kapasitas risetnya. ERIA juga akan memanfaatkan jaringan regional dan kemitraan internasional untuk memberi kontribusi nyata. Komitmen ini turut memperkuat ketahanan ekonomi ASEAN secara lebih luas. Setelah penandatanganan, panitia melanjutkan acara dengan gelar wicara bertema analisis ekonomi di era disrupsi global. Diskusi dipandu Rania Teguh dengan menghadirkan Mari Elka Pangestu dan Presiden Watanabe. Keduanya membahas dampak disrupsi ekonomi dunia yang semakin luas bagi Indonesia dan kawasan.

Isu Utama

Berbagai isu utama turut menjadi sorotan, mulai dari tarif dan pengendalian ekspor hingga mineral kritis, rantai pasok semikonduktor, ketahanan energi serta tekanan yang terus meningkat terhadap sistem perdagangan multilateral. Presiden Watanabe menyoroti posisi ERIA sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan kajian kebijakan, tetapi juga mendorong penerapannya secara nyata. Ia menyampaikan bahwa ERIA membantu menyediakan data dan bukti berbasis sektor, melakukan perbandingan antarnegara, memfasilitasi dialog kebijakan di kawasan, serta menjalankan berbagai inisiatif praktis untuk memperkecil jarak antara penelitian, penyusunan kebijakan dan implementasi. Dalam diskusi tersebut, para pembicara juga membahas berbagai agenda kerja sama masa depan yang tercakup dalam MoU.

Agenda tersebut meliputi ketahanan perdagangan, penguatan dan diversifikasi rantai pasok, ekonomi digital, transisi energi, koordinasi kebijakan industri, kecerdasan buatan, mineral kritis serta ketahanan energi di kawasan. Keduanya menekankan bahwa ASEAN perlu membangun ketahanan ekonomi jangka panjang melalui kerja sama regional yang lebih kuat, rantai nilai kawasan yang lebih tangguh dan penerapan kerangka kerja regional secara lebih efektif. Penutupan acara ditandai dengan penegasan kembali komitmen ERIA dan DEN dalam memajukan kebijakan berbasis bukti, mendukung peran kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan Asia Timur, serta memberikan kontribusi bagi kawasan yang semakin tangguh, kompetitif dan berdaya saing.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *