India-Indonesia Perkuat Kerja Sama Maritim

India dan Indonesia memperkuat kerja sama di bidang pertahanan serta keamanan maritim. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah penyediaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos oleh India untuk Indonesia. Setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Juli 2026, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pernyataan ini. Prabowo mengatakan bahwa Indonesia dan India merupakan dua negara demokrasi terbesar di dunia. Ia menilai kemitraan kedua negara akan memberikan manfaat bagi kawasan. Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India mengembangkan rudal BrahMos, yang dapat menembak dari udara, darat, maupun laut. Ketertarikan terhadap rudal ini meningkat setelah India untuk pertama kalinya menggunakan sistem senjata tersebut dalam konflik dengan Pakistan pada 2025.

Nilai kesepakatan dengan Indonesia mencapai $630 juta. Selain Indonesia, India juga menyetujui pemasokan BrahMos ke Filipina dan Vietnam. Perusahaan Indonesia Republikorp menandatangani perjanjian dengan Bharat Dynamics dari India untuk rudal udara-ke-udara Astra. Perjanjian itu menjadikan Indonesia sebagai pelanggan asing pertama untuk senjata jarak jauh tersebut. Angkatan Udara Indonesia dapat memasang rudal Astra pada jet tempurnya. Kerja sama ini juga memperluas jangkauan industri pertahanan India secara signifikan. Perjanjian senjata ini menandai terjalinnya kerja sama pertahanan jangka panjang yang menguntungkan kedua pihak. Bagi Indonesia, kesepakatan ini sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan berlebihan pada China atau negara lain dalam pengadaan alat pertahanan, sekaligus memperkuat peran India sebagai mitra industri pertahanan bagi negara-negara Asia Tenggara.

Membuka Peluang

Dinakar Peri, peneliti studi keamanan di Carnegie India, mengatakan bahwa menjadikan Indonesia sebagai pasar ekspor perdana bagi Astra merupakan langkah penting bagi India di sektor yang sangat kompetitif; hal ini memungkinkan India menempatkan diri sebagai pengekspor pertahanan yang kredibel dan membuka peluang untuk penjualan pertahanan ke pasar Asia Tenggara yang lebih luas di masa depan. India dan Indonesia menandatangani 14 kesepakatan yang meliputi mineral strategis, kerja sama pertahanan, bidang ekonomi dan keamanan maritim. Dalam pernyataan bersama, Modi dan Prabowo menegaskan kembali komitmen kuat untuk memperdalam dan memperluas kemitraan di sektor pertahanan dan urusan kelautan. Para pemimpin juga mencatat bahwa Indonesia telah menempatkan petugas penghubung pertamanya di Pusat Fusi Informasi Kawasan Samudra Hindia (IFC-IOR), sebuah pusat multinasional yang dikelola oleh Angkatan Laut India untuk meningkatkan kesadaran maritim.

IFC-IOR mengumpulkan dan membagikan data pelayaran komersial untuk menyusun gambaran maritim bersama bagi angkatan laut negara-negara mitra. IFC-IOR menjadi tempat bagi perwakilan dari 17 negara, termasuk mitra Indo-Pasifik seperti Australia, Jepang, Maladewa, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Amerika Serikat. Pusat ini juga terhubung dengan 28 negara melalui mekanisme berbagi informasi. Dengan bekerja sama bersama personel Angkatan Laut India, para petugas penghubung meningkatkan koordinasi saat insiden maritim terjadi dan memperkuat kesadaran bersama di ranah kelautan. Modi menyampaikan kepada parlemen Indonesia bahwa hubungan ini melampaui sekadar hubungan antarnegara; ia merupakan komitmen saling percaya untuk menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *